Persia mengenalkan pengembangan sistem irigasi falaj


SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE OMAN

Sebelum datangnya Islam, Oman termasuk kedalam bagian jaringan perdagangan kerajaan Sasania di Persia yang membentang dari Teluk Persia hingga ke Sindu. Disamping mendapatkan keuntungan dari perdagangan, Oman juga menjadi masyarakat pertanian yang sangat maju sebab berada di wilayah Arab yang subur. Pengaruh Persia memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan lingkungan budaya Oman. Persia mengenalkan pengembangan sistem irigasi falaj untuk menggantikan sistem irigasi sederhana yang sebelumnya dilakukan. Pengembangan ini dilakukan kedalam dua tahap, yang pertama meliputi sisi barat dari pegunungan di utara Oman ke Jauf dan Sharqiyah serta yang kedua di lembah-lembah gunung khususnya di Ghadaf.

Selama periode Sasania,

terutama setelah dikembangkannya sistem irigasi yang lebih maju maka pengaruh perdagangan laut meningkat dan jalur-jalur perdagangan dikembangkan dengan Afrika Timur dan China menggunakan kapal-kapal. Kapal-kapal tersebut menggunakan pelabuhan Apologas di Mesopotamia Selatan untuk berlayar hingga menuju ke India dan China. Bahkan pelaut-pelaut Oman memainkan peranan penting dalam membawa barang-barang dagangan dari Afrika Timur, India, China dan melakukan kontak dengan wilayah-wilayah lain melalui lautan.
Islam masuk ke Oman pada tahun 630 M ketika Nabi Muhammad saw mengutus Amr ibn al-‘Ash menemui Julanda Abd dan Jaifar untuk mengajak mereka menganut kepercayaan baru. Hal ini dilakukan setelah adanya persetujuan syekh-syekh Arab dan pengiriman seorang delegasi ke Madinah. Amr bin al-‘Ash tetap berada di Oman untuk mengajarkan masyarakat tentang Islam dan mendorong mereka untuk melawan terhadap Persia. Orang-orang Persia yang mengalami kekalahan kemudian memutuskan berdamai dengan orang-orang Arab. Mereka menarik iri ke Iran sehingga Oman menjadi milik muslim dan orang-orang Arab. Kemudian kebijakan Rasulullah saw yang diserahkan kepada pemerintahan muslim dengan sangat mudah diterapkan di Oman, terutama yang berkaitan dengan zakat. Karena zakat yang terkumpul di wilayah Oman tetap dibiarkan didistribusikan kepada penduduk miskin dan tidak diserahkan ke pemerintahan pusat di Madinah.


Sumber: https://ngegas.com/