Pertikaian (konflik)


Hal yang Menyebabkan Tumbuhnya Persaingan

Persaingan yang disertai dengan kekerasan, ancaman atau keinginan untuk merugikan pihak lain dinamakan persaingan tidak sehat. Hal ini bukan lagi termasuk persaingan tetapi sudah menjurus pada permusuhan, misalnya persaingan di bidang ekonomi dan politik.

A. Hal yang Menyebabkan Tumbuhnya Persaingan, antara lain :

1) Perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang paling prinsip
2) Perselisihan paham yang mengusik harga diri seseorang
3) Persamaan kepentingan dalam hal yang sama
4) Perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat
5) Perbedaan kepentingan politik.

B. Persaingan Dapat Berakibat, antara lain :
1) Tumbuhnya solidaritas antar anggota kelompok atau kelompok.
2) Timbulnya perubahan sikap baik positif maupun negatif
3) Kehilangan harta benda atau jiwa manusia jika terjadi benturan fisik
4) Terjadi negosiasi di pihak – pihak yang bertikai di dalam keadaan status quo

3. Pertikaian (konflik)
Istilah konflik berasal dari kata Latin “configere” yang berarti saling memukul. Dalam pengertian sosiologi, konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial di mana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

A. Pengertian Konflik

Pertikaian atau konflik merupakan proses sosial yang masing – masing pihak tidak saja bersaing melainkan telah bersuaha secara nyata untuk menghancurkan pihak – pihak lawan. Konflik ini merupakan puncak dari proses sosial disosiatif yang akan berakibat negatif terhadap kedua belah pihak dan menjadi sangat buruk apabila kedua belah pihak yang melakukan konflik mempunyai kekuatan yang seimbang.

B. Akibat Konflik
Konflik berakibat pada kehidupan masyarakat. Akibat dari konflik sebagai berikut.
1) Perusakan harta benda dan fasilitas umum.
2) Perusakan sistem hubungan antara kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat yang lain yang mempunyai jalinan saling keterkaitan walaupun tidak terlibat langsung dalam suatu konflik.
3) Penjajahan adalah suatu penguasaan masyarakat yang satu oleh masyarakat yang lain. Hal ini akan terjadi pada masyarakat yang menang dalam suatu peperangan terhadap masyarakat yang kalah.
4) Penetrasi budaya adalah suatu pemaksaan kepada pihak yang kalah untuk memakai sistem budaya masyarakat yang menang dalam suatu konflik.

C. Cara Pemecahan Konflik
Selain cara – cara akomodasi yang telah kita bahas bersama, masih ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memecahkan atau menyelesaikan konflik, di antaranya elimination, subjugation atau domination, majority rule, minority consent, dan integrasi.
1) Elimination, berarti pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik antara lain, dengan ucapan ‘kami mengalah’, ‘kami mundur’, ‘kami keluar’, ‘kami keluar’, dan sebagainya.
2) Subjugation atau domination, berarti orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk menaatinya, terutama pihak yang lemah.
3) Majority rule, berarti suara terbanyak yang ditentukan melalui pemungutan suara atau voting yang akan menentukan keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4) Minority consent, berarti ada kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan, serta sepakat untuk melakukan bersama.
5) Integrasi, berarti pendapat – pendapat yang bertentangan, didiskusikan, dipertimbangkan, dan ditelaah kembali sampai kelompok yang saling bertentangan mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.

Sumber: https://pulauseribumurah.com/