JARIMAH QADZAF


JARIMAH QADZAF

JARIMAH QADZAF

  1. Pengertian Jarimah Qadzaf

Secara etimoligis, qadazf berasal dari kata قذف-يقذف-قذفا  yang oleh Luis Ma’luf jika dihubungkan dengan kalimat قَذَفَ بِقَولِهِ  berarti تَكَمَّلَ مِنْ غَيْرِ تَدَبُّرٍ وَلاَ تَأَمُّلٍ  berbicara mengawur tanpa pemikiran terlebih dahulu. Qadzaf secara bahasa juga berarti الرمي  menuduh,melempar dengan batu atau benda-benda lain.[12]

Adapun secara terminologi, qadzf berarti menuduh berzina. Akan tetapi, para ahli fiqh tidak sama persis dalam merumuskan definisi. Secara singkat, deskripsinya dikemukakan sebagai berikut: [13]

1)      Menurut Al-Syarbini, qadzaf ialah menuduh zina dengan tujuan membeberkan aib, tidak termasuk dalam kesaksian zina.

2)      Menurut Syaikh Al-Nawawi, qadzaf ialah menuduh zina dalam rangka menjelaskan tertuduh bukan dalam rangka kesaksian.

3)      Menurut Abdul Audah, beliau mengatakan bahwa dalam syariat islam qadzaf terdiri dari dua macam, yaitu qadzaf yang pelakunya diancam dengan had dan qadzaf yang pelakunya diancan dengan ta’zir. Qadzaf yang pelakkunya diancam dengan had adalah menuduh orang baik-baik melakukan zina atau mengingkari nasabnya. Adapun qadzaf yang pelakunya diancam dengan hukuman ta’zir adalah menuduh seseorang dengan tuduhan selain zina dan tidak mengingkari nasabnya yang mana tuduhan itu ditujukan baik kepada muhsan maupun ghairu muhsan. Termasuk dalam pengertian ini adalah mencaci dan memaki. Terdapat dua jenis jarimah ini, pelakunya juga dikenakan sanksi takzir.