Tanaman Sebagai Penghasil Minyak Atsiri


Tanaman Sebagai Penghasil Minyak Atsiri

 

Minyak atsiri merupakan suatu zat yang berbau khas yang terkandung dalam tanaman. Minyak atsiri ini mudah menguap karena mempunyai senyawa eter, sehingga minyak ini dapat disebut dengan minyak terbang.

Minyak atsiri diperoleh dari famili Pinaceae, Labiatea, Compositae, Lauraceae, Rutaceae, Zingbereceae, Umbelliferae, dan Myrtaceae. Minyak atsiri ini juga disebut dengan minyak menguap (volatile oil), minyak eteris (ethereal oil) dan minyak esensial (essential oil). Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri adalah tanaman kayu manis.

1. Tanaman Cengkeh

Tanaman cengkeh adalah tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m. Tanaman cengkeh ini mempunyai cabang-cabang yang pada umumnya panjang dan dipenuhi oleh ranting-ranting kecil yang mudah patah.

Tanaman cengkeh memiliki daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan panggkalnya menyudut. Daun cengkeh ini mejemuk karena dalam satu ibu tangkai ranting daun dengan tangkai pendek serta berdahan.

Adapun klasifikasi Tanaman cengkeh, sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Devisi     : Spermatophyta
Kelas      : Dicotyledonae
Famili    : Myrtales
Suku      : Myrtaceae
Genus    : Syzygium
Spesies   : Syzygium aromaticum (L.) Merr dan Perry

Daun cengkeh diketahui sebagai salah satu penghasil senyawa metabolik sekunder yang dapat diketahui sebagai salah satu penghasil senyawa metabolik sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Dimana senyawa-senyawa yang terdapat di daun cengkeh berperan aktif dalam menghambat pertumbuhan mikrooganisme seperti senyawa eugenol dan eugenol asetat.

Eugenol berperan aktif dalam mengambat pertumbuhan koloni, sporulasi, pigmentasi, dan pertumbuhan spora abnormal dari fusarium oxysporum.

Minyak cengkeh berasal dari 3 sumber yaitu, minyak daun cengkeh (clove leaf oil), minyak tangkai cengkeh (clove stem oil), dan minyak bunga cengkeh (clove bud oil).

Minyak cengkeh atau minyak cengkih merupakan minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan bagian tanaman cengkeh, terutama daun dan bunga cengkeh. Minyak cengkeh ini banyak mengandung zat antara lain, antibiotik, anti virus, anti jamur, dan antiseptik.

Minyak daun cengkeh memiliki cairan berwarna bening sampai kekuning-kuningan, mempunyai rasa yang pedas, keras, dan berbau aroma cengkeh. Akan tetapi warnanya dapat berubah menjadi coklat atau berwana unggu ketika terjadi kontak dengan besi atau akibat penyimpanan.

Sifat-sifat dari senyawa eugenol pada minyak cengkeh ialah memiliki titik didih sebesar 253 derajat C, berat jenis sebesar 1,06, indeks bias sebesar 1,533 dan titik nyata 110 derajat C.

2. Tanaman Nilam

Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang memberikan kontribusi penting dalam dunia flavour dan fragrance terutama untuk industri parfum dan aroma terapi. Menurut Grieve (2002) menyatakan bahwa tanaman nilam ini berasal dari daerah tropis Asia Tenggara terutama Indonesia, Filipina, dan India.

Tanaman nilam tumbuh di daratan rendah sampai sedang (0-700 m dpl) mempunyai kadar minyaknya lebih tinggi dibandingkan dengan nilam yang tumbuh di darata yang tinggi (>700 m dpl) (Irawan, 2010).

Tanaman nilam sangat peka terhadap kekeringan, kemarau panjang setelah panen dapat menyebabkan tanaman mati. Sehingga tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah antara lain, andosol, latosol, regosol, podsolik, dan kambisol. Akan tetapi disarankan tanaman nilam di tanam di tanah yang gembur dan banyak mengandung humus.

Tanaman nilam ini dapat menghasilkan produk minyak atsiri nilam. Dimana minyak nilam ini berwarna kuning jernih dan berbau khas yang mengandung senyawa patchouli alcohol yang merupakan penyusun utama dalam minyak nilam dan kadarnya mencapai 50-60% (Irawan, 2010).

Patchouli alcohol merupakan senyawa seskuiterpen alkohol terseier trisklik, tidak larut dalam air, larut dalam alkohol, eter atau pelarut organik yang lain mempunyai titik didih 280,37 derajat C dan kristal yang terbentuk memiliki titik leleh 56 derajat C.

Menurut Irawan (2020) menyatakan bahwa selain senyawa Patchouli alcohol yang terdapat pada minyak nilam, ada juga komponen minor lainnya yang bersifat asam dan netral, misalnya senyawa 2-naftelenkarboksilat.

Minyak nilam dapat diperoleh dari bagian tumbuhan nilam, yaitu batang daun dan akar. Dimana dalam pengambilan minyak nilam dari batang dan daun menggunakan metode ekstraksi destilasi sebagai pelarut digunakan campuran normal heksana dan benzena. Menurut Irawan (2010) menyatakan bahwa banyaknya batang berpengaruh kepada kualitas minyak nilam, sedangkan komposisi pelarut dan lamanya waktu mempengaruhi besarnya rendemen.

Mutu minyak nilam dipengaruhi oleh keadaan tanah tempat tanaman itu tumbuh, umur, daun, cara pemotongan, pengeringan, teknik pemrosesan, kemasaman, dan varietas tanaman (Nainggolan, 2002).

Minyak nilam ini dapat dicampur dengan minyak eteris yang lain, mudah larut dalam alkohol dan sukar menguap. Hal ini disebabkan bahwa sifat minyak nilam digunakan sebagai fiksatif atau pengikat bahan-bahan penwangi lain.

Adapun sifat fisika dan kimia minyak atsiri nilam dalam SNI (Standar Nasional Indonesia) 1991, sebagai berikut.

  1. Bobot jenis dengan suhu 20 derajat C (0,943-0,983)
  2. Indeks bias dengan suhu 25 derajat C (1,504-1,520)
  3. Putaran optik (-47 sampai dengan -66)
  4. Bilangan asam (<5)
  5. Bilangan ester (<10)
  6. Kelarutan dalam alkohol 90% (Larut jernih dalam segala perbandingan)
  7. Minyak lemak (negatif)
  8. Minyak keruing (negatif, tidak nyata)
  9. Warna (Kuning muda-coklat tua)

Minyak nilam dikategorikan sebagai komoditi ekspor, dimana Indonesia mampu mengeskpor ke berbagai negara sebesar 90% (Irawan, 2010).