Teknik penanaman lengkuas


Teknik penanaman lengkuas

Ø  Penentuan pola tanaman

Pembudidayaan lengkuas secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional, karena mampu memberi produksi dan produksi tinggi namun di daerah, pembudidayaan tanaman secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian.

Ø  Pembutan lubang tanam

Untuk menghindari pertumbuhan tanaman lengkuas yang jelek, karena kondisi air tanah yang buruk, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan – bedengan. Selanjutnya buat lubang – lubang kecil atau alur sedalam 3 – 7,5 cm untuk menanam bibit.

Ø  Cara penanaman

Cara penanaman dilakukan dengan cara meletakan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan.

Ø  Periode tanam

Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman mudah akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya.

  1. Pemeliharaan tanaman lengkuas
  2. Penyulaman

Sekitar 2-3 minggu  setelah tanam, hendaknya diadakan pengecekan untuk melihat rimpang yang mati, rusak, atau layu karena akibat serangan hama dan penyakit tanaman. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar.

  1. Penyiangan

Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 2- 4 minggu kemudian dilanjutkan 3 – 6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh (rumput liar, gulma). Namun setelah berumur 6 – 7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.

  1. Pembubunan

Tanaman memerlukan tanah yang perederan udara dan air (sistem aerasi dalam tanah) dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus di gemburkan. Di samping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang yang kadang – kadang ke atas permukaan tanah. Jika tanaman masih kondisi muda, maka tanahnya cukup dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem perairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembubunan pada waktu tanaman berbentuk rumpun yang terdiri atas 3 – 4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2 – 3 kali selama umur tanaman. Namun terkantung pada kondisi tanah dan banyaknya curah hujan.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/