Penyiapan bibit lengkuas


Penyiapan bibit lengkuas

Sebelum ditanam, bibit sebaiknya harus dibebaskan terlebih dahulu dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukan kedalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit di jemur 2-4 jam, barulah ditanam.

Pengolahan media tanam

  1. Persiapan lahan tanam

Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, maka ada persyaratan yang perlu diperhatikan jika tingkat keasaman tanah (pH) yang ada tidak sesuai dengan ke asaman tanah yang dibutuhkan tanaman maka harus ditambah atau dikurangi keasam dengan kapur.

  1. Pembukaan lahan

Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan selama 2 – 4 minggu agar gas – gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2 – 3 minggu sebelum tanam dan sekaligus di berikan pupuk kandang dengan dosisi 1500 – 2500 kg/ hektar

  1. Pembuatan bedengan

Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelas dan sekaligus untuk mencegah terjadiya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan dengan ukuran tinggi 20-30cm, lebar 80-100cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.

  1. Pengapuran

Pada tanah dengan tingkat keasaman tanah (pH) rendah, sebagian besar unsur-unsur hara di dalamnya,terutama Fosfor (P) dan Kalsium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap, kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh organisme dari spesies Fusarium sp dan Pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur Kalium(K) yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu,  merangsang bulu-bulu akar agar tumbuh optimal, mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji, maupun umbi.

Derajat keasaman < 4 (paling asam) : kebutuhan dolamit besar dari 10 ton/ha

Derajat keasaman 5 (asam) : kebutuhan dolamit 5,5 ton/ha

Derajat keasaman 6 (agak asam) : kebutuhan dolamit 0,8 ton/ha

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/