Beban Ketergantungan


Beban Ketergantungan

              Meskipun tingkat pertumbuhan angkatan kerja di negara-negara berkembang tumbuh dengan pesat, tetapi jumlah anak-anak yang tergantung pada angkatan kerja tersebut juga tinggi. Tingkat fertilitas yang tinggi menciptakan beban ketergantungan. Beban ketergantungan (dependency burden) adalah rasio total populasi berumur 0 sampai 14 tahun ditambah yang berumur lebih dari 65 tahun, yang dianggap sebagai usia-usia tidak produktif untuk bekerja, dengan penduduk berumur antara 15 sampai 65 tahun, usia yang dianggap produktif untuk bekerja.

Masalah Akibat Angka Kelahiran 

              Hasil perkiraan tingkat fertilitas (metode anak kandung) menunjukan bahwa penurunan tingkat fertilitas Indonesia tetap berlangsung dengan kecepatan yang bertambah.

masalah (terkait dengan SDM) sebagai berikut :

1) Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatan ketimbang aspek intelektual.

2) Fertilitas meningkat maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya.

Masalah akibat Angka Kematian

Angka kematian perlu ditekan :

Ø  Pelayanan kesehatan yang lebih baik

Ø  Peningkatan gizi keluarga

Ø  Peningkatan pendidikan (Kesehatan Masyarakat)

            Masalah yang muncul akibat tingkat mortalitas adalah :

1) Semakin bertambahnya Angka Harapan Hidup itu berarti perlu adanya peran

pemerintah di dalam menyediakan fasilitas penampungan.

2) Perlunya perhatian keluarga dan pemerintah didalam penyediaan gizi yang

memadai bagi anak-anak (Balita).

3) Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi

Indonesia dimata dunia.

Masalah Perkawinan dan Perceraian

              Perkawinan bukan merupakan komponen yang langsung mempengaruhi pertumbuhan penduduk akan tetapi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap fertilitas, karena dengan adanya perkawinan dapat meningkatkan angka kelahiran. Sebaliknya perceraian adalah merupalkan penghambat tingkat fertilitas karena dapat menurunkan angka kelahiran. Di Indonesia status perkawinan (kawin) masih jauh lebih tinggi dibandingkan.

Masalah yang timbul akibat perkawinan antara lain:

  1. Perumahan
  2. Fasilitas kesehatan

Masalah yang timbul akibat perceraian meningkat adalah :

  1. Sosial Ekonomi
  2. Nilai agama yang lemah

Alternatif Pemecahan :

Perkawinan

  1. Menambah masa lajang.
  2. Meningkatkan masa pendidikan.

Peceraian :

  1. Konsultasi Keluarga.
  2. Pendalaman Agama.

https://haciati.co/