Tujuan Adaptasi


Tujuan Adaptasi

  1. Menghadapi tuntutan keadaan secara sadar
  2. Menghadapi tuntutan keadaan secara realistic
  3. Menghadapi tuntutan keadaan secara objektif
  4. Menghadapi tuntutan keadaan secara rasional

Cara yang ditempuh dapat bersifat terbuka maupun tertutup, antara lain :

  1. Menghadapi tuntutan secara frontal (terang-terangan).
  2. Regresi (menarik diri) atau tidak mau tahu sama sekali.
  3. Kompromi (kesepakatan).

Contoh :

Seorang mahasiswa gagal dalam ujian akhir program, mungkin ia akan bekerja keras (terang-terangan), regresi dengan keluar dari pendidikan, serta mungkin mau mengulang lagi dengan berusaha semampunya (kompromi).

Jenis Adaptasi

  1. Adaptasi Fisiologik, bisa terjadi secara local atau umum.

Contoh :

  • Seseorang yang mampu mengatasi stress, tangannya tidak berkeringat dan tidak gemetar, serta wajahnya tidak pucat.
  • Seseorang yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang berat dan merasa mengalami gangguan apa-apa pada organ tubuh.
  1. Adaptasi psikologis, bisa terjadi secara :
  • Sadar : Individu mencoba memecahkan/menyesuaikan diri dengan masalah
  • Tidak sadar : Menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism).
  • Menggunakan gejala fisik (konversi) atau psikofisiologik/psikosomatik.

Apabila seseorang mengalami hambatan atau kesulitan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stress. Stres bisa  terjadi apabila  tuntutan atau keinginan diri tidak terpenuhi.

Mekanisme Pertahanan Ego

Bentuk-bentuk mekanisme pertahanan ego yaitu sebagai berikut :

  1. Represi (melupakan isi kesadaran)

Yang paling dasar di antara mekanisme pertahanan lainnya. suatu cara pertahanan untuk menyingkirkan dari kesadaran pikiran dan perasaan yang mengancam. represi terjadi secara tidak disadari.

  1. Denial (penyangkalan)

Memainkan peran defensif, sama seperti represi. orang menyangkal untuk melihat atau menerima masalah atau aspek hidup yang menyulitkan.

  1. Reaction Formation (melakukan tindakan yang berlawanan)

Salah satu pertahanan terhadap impuls yang mengancam adalah secara aktif mengekspresikan impuls yang bertentangan dengan keinginan yang mengganggu, orang tidak usah harus menghadapi anxietas yang muncul seandainya ia menemukan dimensi yang ini (yang tidak dikehendaki) dari dirinya. individu mungkin menyembunyikan kebencian dengan kepura-puraan cinta, atau menutupi kekejaman dengan keramahan yang berlebihan.

  1. Displacement (pemindahan)

salah satu cara menghadapi anxietas adalah dengan memindahkannya dari objek yang mengancam kepada objek “yang lebih aman”. misalnya orang penakut yang tidak kuasa melawan atasannya melampiaskan hostilitasnya di rumah kepada anak-anaknya

  1. Rasionalisasi

kadang-kadang orang memproduksi alasan-alasan “baik” untuk menjelaskan egonya yang terhantam. rasionalisasi membantu untuk membenarkan berbagai tingkah laku spesifik dan membantu untuk melemahkan pukulan yang berkaitan dengan kekecewaaan. misalnya bila orang tidak mendapatkan posisi yang diinginkannya dalam pekerjaan, mereka memikirkan alasan-alasan logis mengapa mereka tidak mendapatkannya, dan kadang-kadang mereka berusaha membujuk dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa sebenarnya dia tidak menghendaki posisi tersebut.

  1. Sublimasi

Dari pandangan freud, banyak kontribusi artistik yang besar merupakan hasil dari penyaluran energi sosial atau agresif kedalam tingkah laku kreatif yang diterima secara sosial dan bahkan dikagumi. misalnya impuls agresif dapat disalurkan menjadi prestasi olahraga.

Baca juga: