Analisis Empiris


 Analisis Empiris

Kalau dilihat sejak awal era pemerintah Orde baru hingga sekarang, dapat dikatakan  bahwa proses perubahan struktur ekonomi Indonesia cukup pesat, pada tahun 1970, nilai tambah bruto (NTB) dari sector petanian, peternakan, kehutanan dan perikanan menyumbang sekitar 45 persen terhadap pembentukan PDB, pada decade 1990-an hanya tinggal sekitar 16 persen hingga 20 persen, dan tahun 2006 tinggal sekitar 12,9 persen.

Sedangkan sumbangan output  dari industry pengolahan (manufaktur) terhadap pembentukan PDB pada tahun 2006 tercatat sekitar 28 persen; jadi sudah lebih besar dari pada pertanian, dan ini jelas mencerminkan bahwa ekonomi nasional telah mengalami suatu perubahan secara structural dalam 3 dekade belakangan ini. Data terakhir dari triwulan II 2010 menunjukkan bahwa struktur PDB Indonesia masih di dominasi oleh sektor industri manufaktur, sektor pertanian, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran, dimana masing-masing memberikan kontribusi sebesar 24,9 persen, 15,9 persen dan 13,7 persen.

Semakin kecilnya pangsa PDB dari sektor petanian relative terhadap sektor-sektor ekonomi non-primer lainnya bukan berarti, bahwa volume produksi di sektor pertanian berkurang setiap tahun (atau pertumbuhan rata-rata pertahun negatif). Penurunan tersebut disebabkan oleh laju pertumbuhan output (rata-rata per tahun atau pertumbuhan total) di sektor tersebut relative lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan output dari sektor industri.[11]

Tingkat pertumbuhan output di sektor pertanian disetiap tahunnya selalu lebih rendah dibandingkan di industri manufaktur. Salah satu penjelasannya adalah bahwa barang-barang manufaktur memiliki elastisitas pendapatan dari permintaan positif dan lebih besar dari satu (I), sedangkan banyak komoditas pertanian memiliki elistisitas dengan nilai lebih kecil dari satu atau bahkan mendekati nol. Ini artinya adalah bahwa jika seseorang semakin kaya ia akan membeli lebih banyak barang-barang mewah seperti mobil, rumah atau barang-barang elektronik dari pada menambah pembelian daging, nasi atau sayuran. Data terakhir dari BPS menunjukkan bahwa pada triwulan II 2010, tercatat tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi berbasis kuartalan (q-to-q)  yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 5,0 persen, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 4,8 persen, dan sektor jasa-jasa sebesar 3,7 persen.

Hal tersebut berbeda dengan pada tahun-tahun lalu yang dimana sektor pertanian jauh lebih menonjol dibanding dengan sektor industri dan manufaktur. Berikut adalah data beberapa sektor ekonomi pada ekonomi tertutup: