Zaman Renaissance (14-17 M)


Zaman Renaissance (14-17 M)

Zaman Renaissance ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Renaissance ilah zaman peralihan ketika kebudayaan abad Tengah mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman Renaissance adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas, seperti pada zaman Yunani Kuno. Pada zaman Renaissance manusia disebut sebagai animalrationale, karena pada masa ini pemikiran manusia mulai bebas dan berkembang. Manusia ingin mencapai kemajuan (progress) atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan pada campur tangan ilahi.

  1. Zaman Modern (17-19 M)

Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern ini sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissance, yakni permulaan abad XIV. Benua Eropa dipandang sebagai basis perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini menurut Slamet Iman Santoso sebenarnya mempunyai tiga sumber, yaitu:

     1) Hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Iberia dengan Negara-negara Perancis. Para Pendeta di Perancis banyak yang belajar di Spanyol, kemudian mereka inilah yang menyebarkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya itu di lembaga-lembaga pendidikan di Perancis.

    2)  Perang Salib (1100-1300) yang terulang sebanyak enam kali tidak hanya menjadi ajang peperangan fisik, namun juga menjadikan para tentara atau serdadu Eropa yang berasal dari berbagai Negara itu menyadari kemajuan Negara-negara Islam, sehingga mereka menyebarkan pengalaman mereka itu sekembalinya di Negara-negara masing-masing.

    3) Pada tahun 1453 Istambul jatuh ke tangan bangsa Turki, sehingga para pendeta atau sarjana mengungsi ke Italia tau Negara-negar lain. Mereka ini menjadi pionir-pionir bagi perkembangan ilmu di Eropa

  1. Zaman Kontemporer (Abad 20-sekarang)

Diantara ilmu-ilmu khusus yang dibicarakan oleh para filsuf, maka bidang Fisika menempati kedudukan yang paling tinggi. Menurut Trout, Fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta. Ia juga menunjukkan bahwa secara historis hubungan antara Fisika dengan filsafat terlihat dalam duacara. Pertama, diskusi filosofi mengenai metode-metode fisika, dan dalam interaksi antara pandangan subtansial tentang fisika (misalnya: tentang materi, kuasa, konsep ruang dan waktu). Kedua, ajaran filsafat tradisional yang menjawab fenomena tentang materi, kuasa, ruang dan waktu. Dengan demikian sejak semula sudah ada hubungan yang erat antara filsafat dengan fisika.

https://bugscode.id/liberty-stone-apk/