Pengaturan Hukum Kebendaan


Pengaturan Hukum Kebendaan

Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dibagi menjadi empat buku, yaitu: Buku I: Hukum perorangan atau hukum badan pribadi. Buku II : Hukum benda. Buku III : Hukum perutangan atau tentang perikatan. Buku IV : Hukum bukti dan kadaluwarsa.

Jadi sudah jelas sekali bahwasanya hukum kebendaan itu diatur di dalam buku ke II Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,Yang diantaranya mengatur tentang hukum harta kekayaan dan hukum waris. Hukum tentang waris dimasukkan ke dalam Buku ke II dikarenakan waris itu merupakan hak kebendaan, yaitu hak kebendaan atas “boedel” dari orang yang meningal dunia.

Dilihat dari sifatnya benda dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  • Benda takbergerak,baik menurut sifatnya seperti tanah dan segala sesuatu yang melekat di atasnya misalnya pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan kecil. Dari segi tujuannya seperti alat-alat yang dipakai di pabrik. Dilihat dari segi ketentuan menurut undang-undang misalnya hak memungut hasil atas benda tak bergerak, hak memakai atas benda tak bergerak, hipotik dan lain-lain.
  • Sedangkan benda bergerak menurut sifatnya berdasarkan pasal 509 KUH Perdata ialah benda yang dapat dipindahkan, seperti meja atau dapat pindah dengan sendirinya seperti hewan. Benda bergerak karena ketentuan undang-undang menurut pasal 511 KUH Perdata ialah hak atas benda yang bergerak misalnya hak memungut hasil (vruchtgebruik) atas benda bergerak, hak pemakaian (gebruik) atas benda bergerak, saham-saham daripada NV dan lain-lain. Hukum Benda dan Hak-hak Kebendaan Buku II BW[2]
  • Hukum Benda Zekenrecht/ van zaken – buku II BW Termasuk dalam hukum harta kekayaan; yaitu kaidah hukum yang mengatur hak-hak apakah yang didapatkan oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, baik tertentu atau tidak, yang mempunyai nilai uang (Soedirman Kartohadiprojo); peraturan hubungan hukum yang bernilai uang (Van Apeldoorn)

Pengertian Benda: Benda/ zaak: tiap-tiapn barang atau hak yang dapat dikuasai oleh hak milik (Psl 499 KUHPerd); segala sesuatu yang dapat menjadi objek hukum dan barang-barang yang menjadi milik serta hak setiap orang yang dilindungi oleh hokum Zaak dalam KUHPerd: barang yang berwujud dan tak berwujud (misalnya hak); bagian dari harta kekayaan.

Macam-macam Benda: Menurut BW: Berwujud dan tak berwujud
Bergerak (misalnya kendaraan, perabot rumah), sifatnya dapat dipindahkan, dibagi menjadi benda yang dapat dihabiskan dan tidak dapat dihabiskan; dan tak bergerak (misalnya tanah, bangunan) Menurut Soebekti: Benda yang dapat diganti (Ex. uang); benda yang tidak dapat diganti (Ex. binatang ternak) Benda yang dapat diperdagangkan; benda yang tidak dapat diperdagangkan (Ex. Jalan, lapangan) Benda yang tidak dapat dibagi; benda yang tidak dapat dibagi Benda bergerak; benda tidak bergerak Pengertian Hukum Benda

https://bogorchannel.co.id/bvnc-pro-apk/