Menristekdikti: anggaran riset jangan diecer


Menristekdikti: anggaran riset jangan diecer

Menristekdikti anggaran riset jangan diecer

– Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menekankan lagi perintah Presiden RI Joko Widodo terkait masa depan pengembangan riset teknologi agar lebih terpadu dan dengan dana yang memadai.

Pada pidatonya saat puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

(Hakteknas) ke-23 di Kota Pekanbaru, Jumat, Mohamad Nasir mengingatkan perintah Presiden kepada para Menteri dan Kepala Lembaga Litbang untuk tidak “mengecer” anggaran riset pada APBN 2019.

Tujuannya agar semua pihak lintas kementerian dan lembaga bisa fokus mengarah, dan hasilnya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Setelah dianalisis, anggaran sebesar Rp24,9 triliun ternyata hanya Rp10,9 triliun yang menghasilkan riset dan pengembangan. Lebih dari setengahnya yakni Rp14 triliun belum menghasilkan output riset yang maksimal. Itulah sebabnya Bapak Presiden menekankan bahwa anggaran risetnya tidak boleh lagi `diecer`,” kata Mohamad Nasir.

Oleh karena itu, menjadi sangat strategis keberadaan Perpres No. 38 Tahun 2018

tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045. RIRN yang dirancang secara holistik, lintas institusi, lintas ranah dan berdasarkan fokus riset, adalah pedoman dan peta jalan riset dan pengembangan iptek dan inovasi jangka menengah dan panjang yang mengintegrasikan dan mensinergikan program riset setiap kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat, serta komunitas peneliti.

Persoalan klasik pengembangan riset dan inovasi Indonesia

, lanjutnya, adalah masih terbatasnya alokasi anggaran untuk belanja riset dan inovasi. Hingga saat ini anggaran riset nasional hanya sebesar 0,25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, sedangkan Malaysia sudah mencapai 1,8 persen, Vietnam 1,1 persen, dan Singapura mencapai 2,8 persen.

 

Baca Juga :