HUKUM DAN HUKUM EKONOMI


HUKUM DAN HUKUM EKONOMI

HUKUM DAN HUKUM EKONOMI

HUKUM DAN HUKUM EKONOMI
HUKUM DAN HUKUM EKONOMI
  1. Abstraksi

Di mana ada masyarakat di sana ada hukum (ubi societas ibi ius). Hukum ada pada setiap masyarakat, kapan pun, di manapun, dan bagaimanapun keadaan masyarakat tersebut. Artinya eksistensi hukum bersifat sangat universal, terlepas dari keadaan hukum itu sendiri sangat dipengaruhi oleh corak dan warna masyarakatnya (hukum juga memiliki sifat khas, tergantung dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam sebuah komunitas).

Sebelum mempelajari hukum secara mendalam kita harus tahu apa itu pengertian hukum,unsur-unsur hukum,ciri-ciri hukum,jenis hukuman dari peraturan yang dilanggar,tujuan hukum,dan fungsi hukum

Selain kita mempelajari hukum kita juga harus tahu mengenai norma hukum dan kodifikasi hukum agar kita dapat membedakan berbagai macam hukum.

Dan semua pembahasan di atas telah dirangkum oleh penyusun agar pembaca dapat lebih mudah memahami tentang hukum,selain itu penyusun juga memberikan contoh kasus agar pembaca dapat memahami lebih mudah apa itu hukum ,selamat membaca.

II.Pendahuluan

Ilmu ekonomi berasal dari bahasa Yunani, oikos dan nomos. Oikos yang artinya rumah tangga dan Nomos yang berarti aturan. Jadi ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi sumber daya yang terbatas.  Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari dalam masyarakat.

Hukum ekonomi lahir disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. Diseluruh dunia hukum berfungsi untuk mengatur dan membatasi kegiatan-kegiatan ekonomi, dengan harapan pembangunan perekonomian tidak mengabaikan hak-hak dan kepentingan masyarakat. Tujuan Hukum Dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana pengendali dan perubahan sosial, hukum memiliki tujuan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang tertib, damai, adil yang ditunjang dengan kepastian hukum sehingga kepentingan individu dan masyarakat dapat terlindungi.

III.Pembahasan

Hukum Dan Hukum Ekonomi

Pengertian Hukum menurut para ahli

  •  Prof Mr.Em Meyers dalam bukunya “De Algemene begrifen van het burgerlijk recht”

Hukum ialah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan ,ditunjukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan yang menjadi pedoman penguasa-penguasa Negara dalam melakukan tugasnya.

  • Leon Duguit

Hukum ialah aturan tingkah laku para anggota masyarakat ,aturan yang daya penggunaanya pada saat tertentu diindahkan masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu

  • Immanuel kant

Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas orang lain.

  • S.M Amin

Hukum ialah kumpulan-kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi.

  • J.C.T Simorangkir dan Woerjono Sastro Pranoto

Hukum ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan resmi yang berwajib,pelanggaran terhadap peraturan-peraturan akan berakibat diambil tindakan yaitu dengan hokum tertentu.

Unsur-unsur hukum

  1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
  2. Peraturan diadakan oleh badan-badan hukum resmi
  3. Peraturan bersifat memaksa
  4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan hokum bersifat tegas

Ciri-ciri hukum

  1. Adanya perintah/larangan
  2. Perintah/larangan harus dipatuhi oleh setiap orang

Hukum meliputi berbagai peraturan yang menentukan  dan mengatur hubungan dengan orang lain yakni peraturan-peraturan hidup kemasyarakatan yang dinamakan kaidah hukum

Siapa saja yang melanggar peraturan hukum dengan sengaja akan dikenakan sanksi  yang berupa hukuman.

Jenis-jenis hukuman menurut pasal 10 Kitab Undang Undang Hukum Pidana

Pidana pokok,terdiri dari:

  1. Pidana mati
  2. Pidana penjara

        1)      Seumur hidup

   2)  Sementara (setinggi-tingginya 20 tahun dan sekurang-kurangnya satu tahnan atau  selama       waktu tertentu.

  1. Pidana kurungan sekurang-kurangnya satu hari dan setingi-tingginya satu tahun
  2. Pidana denda (pengganti pidana kurungan)

Pidana tambahan yang terdiri dari

  1. Pencabutan hak-hak tertentu
  2. Penyitaan barang-barang tertentu
  3. Pengumuman keputusan hakim

Tujuan Hukum

Dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana pengendali dan perubahan sosial, hukum memiliki tujuan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang tertib, damai, adil yang ditunjang dengan kepastian hukum sehingga kepentingan individu dan masyarakat dapat terlindungi.

Ada 3 teori mengenai tujuan hukum yaitu :

  • Teori Etis

Hukum memiliki tujuan suci memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Menurut teori ini hukum semata-mata bertujuan demi keadilan. Isi hukum ditentukan oleh keyakinan etis kita mana yang adil dan mana yang tidak. Artinya hukum menurut teori ini bertujuan mewujudkan keadilan.

Menurut Aristoteles ada dua jenis keadilan yaitu:

  • Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang berdasarkan jasa atau haknya masing-masing. Makna keadilan bukanlah persamaan melainkan perbandingan secara proposional.
  • keadilan kumulatif adalah keadilan yang diberikan kepada setiap orang berdasarkan kesamaan. Keadilan terwujud ketika setiap orang diperlakukan sama.
  • Teori utilities

Hukum bertujuan untuk menghasilkan kemanfaatan yang sebesar-besarnya pada manusia dalam mewujudkan kesenangan dan kebahagiaan.

  • Teori campuran

Tujuan hukum adalah mengatur tata tertib dalam masyarakat secara damai dan adil. Mochtar Kusumaatmadja menjelaskan bahwa kebutuhan akan ketertiban ini adalah syarat pokok (fundamental) bagi adanya masyarakat yang teratur dan damai. Dan untuk mewujudkan kedamaian masyarakat maka harus diciptakan kondisi masyarakat yang adil dengan mengadakan perimbangan antara kepentingan satu dengan yang lain, dan setiap orang (sedapat mungkin) harus memperoleh apa yang menjadi haknya. Dengan demikian pendapat ini dikatakan sebagai jalan tengah antara teori etis dan utilities

Sumber : https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/seva-mobil-bekas/