Tipe Kepribadian Dalam Teori


Tipe Kepribadian Dalam Teori

Tipe Kepribadian Dalam Teori

Tipe Kepribadian Dalam Teori

Pada dasarnya banyak teori telah  dikembangkan dalam mengenai kepribadian. Dari sekian banyak teori yang telah banyak memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu psikologi, terdapat teori yang mengemukakan adanya lima bentuk tipe kepribadian yang dikembangkan oleh McCrae dan Costa yang dengan bif five pesonality dalam Timothy. Dalam teori tersebut terdapat lima bentuk kepribadian yang mendasari perilaku individu. Berikut adalah penjelasannya, meliputi:

  1. Neuroticism

     Disebut juga dengan istilah negatif emotionality. Tipe kepribadian ini bersifat kontradikti dari hal yang menyangkut kestabilan emosi dan identik dengan segala bentuk emosi  yangnegatif, seperti munculnya perasaan cemas, sedih, tegang, dan gugup. McCrae dan Costa menggolongankan tipe ini pada dua krakteristik individu dengan tingkat neurotis tinggi disebut kelompok reactive (N+) dan bagi kelompok neurotis rendah disebut kelompok resilent (N-). Pada individu yang resilent, mereka memiki kekhawatiran yang rendah dan ditunjukkan pada sikapnya yang cenderung tenang dalam menyikapi segala sesuatu yang bersiafat mengkhawatirkan baginya. Sebaliknya orang reactive akan menunjukkan sikap yang terlalu khawatir dan sulit sekali baginya bersikap tenang terutama ketika dihadapkan suatu stimulus yang dipandang sangat mengkhawatirkan. Individu reactive akan menunjukkan sikap dan perilaku yang mudah marah, mudah putus asa, dan pemalu.

  1. Extrovert.

   Menurut McCreae dan Costa, tipe kepribadian extrover merupakan dimensi yang menyangkut hubungannya dengan perilaku suatu individu khususnya dalam hal kemampuan mereka menjalin hubungan dengan dunia luarnya. Pada pribadi extrover akan ditunjukkan melalui sikapnya yang hangat, ramah, penuh kasih sayang, seta selalu menunjukkan keakraban terutama pada orang yang telah ia kenal. Individu dengan tipe kepribadian extrover cenderung tegas dalam mengambil keputusan seta tidak segan-segan menempatkan dirinya dalam posisi kepemimpinan.

  1. Agreebleness

     Tipe kepribadian ini menurut timothy mengindentifikasikannya dengan perilaku prososial yang mana termasuk di dalamnya adalah perilaku yang selalau brorientasi pada altruisme, rendah hati, dan kesabaran. Pada individu adapter akan selalu memandang individu lain sebagai orang yang jujur dan memiliki iktikad baik terhadapnya. Sebaliknya pada tipe challenger ia alan selau memandang orang lain dengan perasaan ragu-ragu, curiga, dan cenderung sinis. Individu challenger memiliki sifat keras kepala dan lebih rasional dalam segala tindakannya.

  1. Conscientiousness.

    Kepribadian ini untuk mengidentifikasi sejauh mana individu memiliki sikap yang hati-hati dalam mencapai sesuatu tujuan tertentu yang termanifestasikan dalam sikap dan perilaku mereka.

  1. Openness to Experience

     Tipe ini mengidentifikasi seberapa besar suatu individu memiliki ketertarikan terhadap bidang-bidang tertentu secara luas dan mendalam.

Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/