RUKUN DAN SYARAT SAHNYA JUAL BELI MURABAHAH


RUKUN DAN SYARAT SAHNYA JUAL BELI MURABAHAH

RUKUN DAN SYARAT SAHNYA JUAL BELI MURABAHAH

Rukun murabahah adalah:

  1. Adanya pihak-pihak yang melakukan akad, yaitu:

Ø  Penjual

Ø  Pembeli

  1. Obyek yang diakadkan, yang mencakup:

Ø  Barang yang diperjualbelikan

Ø  Harga

  1. Akad/Sighatyang terdiri dari:

Ø  Ijab (serah)

Ø  Qabul (terima)

Selanjutnya masing-masing rukun diatas harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Pihak yang berakad, harus:

Ø  Cakap hukum.

Ø  Sukarela (ridha), tidak dalam keadaan terpaksa atau berada dibawah tekanan atau ancaman.

  1. Obyek yang diperjualbelikan harus:

Ø Tidak termasuk yang diharamkan atau dilarang.

Ø Memberikan manfaat atau sesuatu yang bermanfaat.

Ø Penyerahan obyek murabahah dari penjual kepada pembeli dapat dilakukan.

Ø Merupakan hak milik penuh pihak yang berakad.

Ø Sesuai spesifikasinya antara yang diserahkan penjual dan yang diterima pembeli.

  1. Akad/Sighat

Ø  Harus jelas dan disebutkan secara spesifik dengan siapa berakad.

Ø  Antara ijab dan qabul (serah terima) harus selaras baik dalam spesifikasi barang maupun harga yang disepakati.

Ø   Tidak mengandung klausul yang bersifat menggantungkan keabsahan transaksi pada kejadian yang akan datang.

Selain itu ada beberapa syarat-syarat sahnya jual beli murabahah adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui Harga pokok

Harga beli awal (harga pokok) harus diketahui oleh pembeli kedua, karena mengetahui harga merupakan salah satu syarat sahnya jual beli yang menggunakan prinsip murabahahMengetahui harga merupakan syarat sahnya akad jual beli, dan mayoritas ahli fiqh menekankan pentingnya syarat ini. Bila harga pokok tidak diketahui oleh pembeli maka akad jual beli menjadi fasid (tidak sah) (Al-Kasany, hal.3193). Pada praktek perbankan syariah, Bank dapat menunjukkan bukti pembelian obyek jual beli murabahah kepada nasabah, sehingga dengan bukti pembelian tersebut nasabah mengetahui harga pokok Bank.

RUKUN DAN SYARAT SAHNYA JUAL BELI MURABAHAH

  1. Mengetahui Keuntungan

Keuntungan seharusnya juga diketahui karena ia merupakan bagian dari harga. Keuntungan atau dalam praktek perbankan syariah sering disebut dengan margin murabahah dapat dimusyawarahkan antara bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli, sehingga kedua belah pihak, terutama nasabah dapat mengetahui keuntungan bank.

  1. Harga pokok dapat dihitung dan diukur.

Harga pokok harus dapat diukur, baik menggunakan takaran, timbangan ataupun hitungan. Ini merupakan syarat murabahah. Harga bisa menggunakan ukuran awal, ataupun dengan ukuran yang berbeda, yang penting bisa diukur dan di ketahui.

  1. Jual belimurabahahtidak bercampur dengan transaksi yang mengandung riba.
  2. Akad jual beli pertama harus sah.

Bila akad pertama tidak sah maka jual beli murabahah tidak boleh dilaksanakan. Karena murabahah adalah jual beli dengan harga pokok ditambah keuntungan, kalau jual beli pertama tidak sah maka jual beli murabahah selanjutnya juga tidak sah (Azzuhaily, hal. 3767-3770).

baca juga :