Daya Tawar-Menawar Pemasok


 Daya Tawar-Menawar Pemasok

 Daya Tawar-Menawar Pemasok

Kebalikan dari daya tawar-menawar pembeli, adalah daya tawar pemasok. Bila pemassok memiliki daya tawar yang semakin kuat, maka dapat dikatakan semakin kurang menarik industri nya. Ini biasanya, terjadi pada industri yang pemasoknya tergolong sedikit, yaitu hanya beberapa perusahaan yang ada dalam industri, relatif tidak banyak alternatif untk mendapatkan pasokan tertentu. Untuk kasus Indonesia, kita bisa katakan dominasi PLN terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat kuat, sehingga dalam hal ini bisa dikatakan daya tawar PLN tinggi terhadap perusahaan-perusahaan yang ada dalam berbagai industri. Dengan kekuatan daya tawarnya, pemasok bisa saj membatasi layanan atau mengganti biaya kepartisipan dalam industri. Biasanya daya tawar kelompok pemasok kuat jika:\

 Daya Tawar-Menawar Pemasok

  1. Hanya didominasi oleh sedikit perusahaan, sementara industri pembelinya beragam.
  2. Industri pembeli bukan merupakan pelanggan penting dari kelompok pemasok.
  3. Produk pemaok merupakan input penting bagi pembeli.

Semakin tinggi daya tawar pemasok, maka semakin rendah daya tarik sebuah industri.


  1. Tingkat Persaingan dalam Industri

Tindakan-tindakan perusahaan dalam sebuah industri selalu saling terkait. Strategi-strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan selalu membawa pengaruh kepada intesitas persaingan. Semakin tinggi intinsitas persaingan, tentu saja semakin kurang menarik satu industri. Kurang menarik bagi mereka yang ada di dalamnya, juga yang ada diluarnya bila ingi berpikiran masuk di dalamnya.

Daya tarik industri, adalah kesimpulan yang dapat kita lakukan analisis lima Kekuatn Porter. Dari sisi pelaku yang sudah ada dalam industri, analisis menyimpulkan “industri masih menarik” harus menjadi dasar bagi perusahaan untuk meningkatan pendapatan, mempertinggi profitabilitas, atau alasan untuk tumbuh lainnya (misalnya membuka cabang baru, menambah kapasitas, membuka bisnis baru dan lain-lain).

  1. Key Success Factor dalam Industri

Saat melakukan analisis kita juga harus memahami apa sesungguhnya yang menjadi faktor sukses kunci (Key Success Factor). KSF adalah variabel yang sangat mempengaruhi posisi bersaing perusahaan secara keseluruhan dalam satu industri tertentu. Misalnya, dalam bisnis perbankan, unsur layanan adalah KSF-nya. Layanan dan kramahan menjadi kunci sukses sebuah bank. Begitu pula unsur teknologi perbankan. Bank-bank yang tidak kuat dalam teknologi informasinya akan terbatas dengan layanannya. Dalam dunia pendidikan tinggi, kualitas mahsiswa yang masuk sangat menjadi kunci sukses, begitu pula dengan mutu dosen yang mengajar. KSF bagi perusahaan ritel modern adalah jaringan distribusi yang kua dan teknologo distribusi. Begitu pula skala ekonomis. Semakin banyak cabangnya, semua minimarket akan dapat beroperasi lebih efesien. Biasanya, perusahaan-perusahaan yang terkemuka dalam industri nya, selalu menguasai hal-hal yang menjadi fakto sukses ini.

sumber :

https://multiply.co.id/ultimate-dog-simulator-apk/