Duel Ala Gladiator di Sukabumi Libatkan Anak SMP


Duel Ala Gladiator di Sukabumi Libatkan Anak SMP

Duel Ala Gladiator di Sukabumi Libatkan Anak SMP

Duel Ala Gladiator di Sukabumi Libatkan Anak SMP
Duel Ala Gladiator di Sukabumi Libatkan Anak SMP

Video perkelahian ala gladiator kembali terjadi setelah kasus serupa terjadi di Bogor

yang menewaskan HL. Kali ini adu gladiator melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sukabumi. Video yang diduga dibuat pada 22 September 2017 tersebut melibatkan satu SMP Negeri dan satu SMP swasta yang letaknya relatif berdekatan.

Video tersebut menyebar luas di jejaring media sosial (medsos) Facebook dan YouTube. Ada dugaan, pembuat dan penyebar video tarung gladiator Sukabumi adalah penonton yang kemungkinan besar siswa senior atau para alumni kedua sekolah tersebut.

Terkait kasus ini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan

, Retno Listyarti mengapresiasi Polres Sukabumi yang telah mengusut kasus ini. Namun, Retno juga meminta kepolisian untuk mempergunakan UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dalam pemeriksaan para siswa yang terlibat dalam udu gladiator.

“KPAI memberikan apresiasi kepada Satreksrim Polres Sukabumi Kota yang bertindak cepat untuk melakukan pengusutan, dengan memeriksa belasan siswa dari dua SMP yang diduga terlibat dalam duel ala gladiator di dalam video tersebut,” ujar Retno, Sabtu (14/10).

Retno juga meminta agar para pelaku tarung gladiator harus dilihat sebagai korban

, karena mereka mengaku telah dipaksa bertarung ala gladiator oleh para alumni.

“Anak-anak tersebut mengaku kepada pihak sekolah, selepas zuhur dijemput oleh alumni dan diajak ke suatu tempat. Sesampainya di sana siswa ini disuruh berkelahi satu lawan satu, katanya biar disebut jagoan. Anak-anak tersebut diduga “dipaksa” bukan atas kemauan sendiri. Kalau menolak, biasanya akan terus dijadwalkan ulang sampai yang bersangkutan tak lagi bisa menolak,” terang Retno.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/