Pelajar di Perbatasan Sintang-Malaysia Bawa Tikar untuk Belajar


Pelajar di Perbatasan Sintang-Malaysia Bawa Tikar untuk Belajar

Pelajar di Perbatasan Sintang-Malaysia Bawa Tikar untuk Belajar

Pelajar di Perbatasan Sintang-Malaysia Bawa Tikar untuk Belajar
Pelajar di Perbatasan Sintang-Malaysia Bawa Tikar untuk Belajar

Semangat belajar siswa perbatasan, khususnya SDN 34 Matai,

Desa Padung Kumang, Kecamatan Ketungau Tengah, Sintang, Kalbar, patut diacungi jempol. Meski harus membawa tikar dari rumah untuk belajar di sekolah, semangat menuntut ilmu tidak pernah surut.

Potret mirisnya pendidikan di perbatasan Sintang-Malaysia ini

, dibenarkan oleh Petrus Hery, guru SDN 34 Matai. Ia mengatakan, siswanya terpaksa membawa tikar karena meja dan kursi banyak yang rusak.
“Meja kursi yang rusak itu swadaya masyarakat dan orang tua siswa. Saya bersama komite beberapa kali mengusulkan meubelair ke Bagian Sarana Prasarana (Sarpas), juga dengan anggota dewan. Tapi tidak ada tanggapan juga,” kata Petrus Hery, Minggu (15/12).

Siswa SDN 34 Matai Desa Padung Kumang Kecamatan Ketungau Tengah,

Sintang, belajar beralaskan tikar karena meja kursi rusak. Foto: Dok. Petrus Hery
Ia mengatakan, selain meja kursi, bangunan sekolah mulai dari lantai, dinding, dek termasuk atap juga mendesak untuk diperbaiki. “Ditambah lagi lokalnya kurang dan kantor pun tidak ada,” bebernya.
Petrus Hery berharap, pemerintah bisa memperhatikan kondisi sekolah dengan melakukan renovasi atau penambahan meubelair. “Ya, harapan saya adalah pemerintah bisa memperhatikan kondisi sekolah. Baik tambah lokal maupun kantor guru. Semoga bisa terwujud dalam dalam waktu yang tidak terlalu lama,” harapnya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/