STATISTICAL DAN NONSTATISTICAL SAMPLING

STATISTICAL DAN NONSTATISTICAL SAMPLING

STATISTICAL DAN NONSTATISTICAL SAMPLING

Standar Profesional Akuntan Publik pada Standar Pekerjaan Lapangan ketiga menyatakan bahwa:
“Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan”.
Ada dua pendekatan umum dalam sampling audit yang dapat dipilih auditor untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup. Kedua pendekatan tersebut adalah:
1. Sampling statistik (statistical sampling)
2. Sampling nonstatistik (nonstatistical sampling)
Kedua pendekatan tersebut apabila diterapkan sebagaimana mestinya akan menghasilkan bukti audit yang cukup. Kedua pendekatan tersebut mengharuskan auditor untuk menggunakan pertimbangan profesionalnya dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian sampel, serta dalam menghubungkan bukti audit yang dihasilkan dari sampel dengan bukti audit lain dalam penarikan kesimpulan atas saldo akun atau kelompok transaksi yang berkaitan.
Cukup atau tidaknya bukti audit berkaitan dengan, antara lain desain dan ukuran sampel audit. Ukuran sampel yang diperlukan untuk menghasilkan bukti audit yang cukup tergantung pada tujuan dan egisiensi sampel. Untuk tujuan tertentu, efisiensi sampel berhubungan dengan desainnya. Suatu sampel akan lebih efisien daripada yang lain jika sampel tersebut dapat mencapai tujuan yang sama dengan ukuran sampel yang lebih kecil. Secara umum, desain yang hati-hati akan menghasilkan sampel yang lebih efisien.
Penilaian kompetensi bukti tidak ditentukan oleh rancangan dan penilaian atas sampel audit. Penilaian kompetensi bukti audit semata-mata merupakan pertimbangan audit. Penilaian sampel hanya berkaitan dengan kemungkinan bahwa keberadaan salah saji, atau penyimpangan moneter dari kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang ditetapkan adalah dimasukkan dalam sampel secara proporsional. Oleh karena itu, pemilihan metode sampling statistik atau sampling non statistik tidak secara langsung mempengaruhi keputusan auditor mengenai:
a. Prosedur audit yang akan diterapkan atas sampel yang dipilih.
b. Kompetensi bukti audit yang diperoleh berkaitan dengan item sampel individual.
c. Tanggapan auditor atas kesalahan yang ditemukan dalam item sampel.
Pemilihan antara kedua pendekatan tersebut didasarkan terutama pada pertimbangan manfaat dan biaya. Auditor dapat menggunakan sampling statistik atau sampling non statistik atau kedua-duanya dalam melaksanakan pengujian audit.