Aturan Bui Hingga Jalur Otopet Listrik Didesak Cepat Keluar


Aturan Bui Hingga Jalur Otopet Listrik Didesak Cepat Keluar

Aturan Bui Hingga Jalur Otopet Listrik Didesak Cepat Keluar

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan regulasi otopet listri

k harus segera diterbitkan. Regulasi harus diterbitkan demi aspek keselamatan dan keamanan berkendara pengguna.

Lebih lanjut Djoko mengatakan pemerintah bisa memberlakukan sanksi yang mengacu pada pasal 284 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 2 dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu,” kata Djoko kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/11).

Djoko menjelaskan beleid bisa memuat wilayah operasional,

batasan jumlah penumpang, batasan usia, batasan kecepatan yang diizinkan, perlengkapan atau atribut keselamatan yang harus dikenakan.

Lihat juga:GrabWheels ‘Ngotot’ Masuk Jakarta Meski Regulasi Belum Siap

Bagi Djoko, pembatasan wilayah operasi akan menjaga keselamatan pengguna dan memudahkan aplikator untuk memantau pengendara. Djoko juga mengatakan otopet listrik dapat diizinkan beroperasi di pedestrian dengan lebar tertentu.

“Karena tidak semua pedestrian bisa dilewati otopet listrik, terutama yang lebarnya

kurang dari tiga meter,” ujarnya.

Djoko menjelaskan keselamatan dan keamanan jalur harus dijamin apabila otopet diperbolehkan untuk lewat jalur sepeda atau jalur lain yang steril dari kendaraan bermotor. Jalur sepeda yang benar-benar terpisah secara fisik.

“Demikian pula dengan kecepatan otopet listrik tidak boleh lebih dari 15 km per jam, misalnya,” tuturnya.

Patut diingat, bahwa beban maksimal yang mampu diangkut otopet listrik adalah 100 kilogram. Oleh karena itu satu otopet listrik hanya boleh ditumpangi oleh satu orang.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/