Macam-Macam Linux yang Bisa Jadi Pilihan Sistem Operasi

Macam-macam Linux penting dipelajari bagi kamu yang tertarik pada sistem operasi satu ini. Sebagian pengguna komputer atau laptop mungkin menggunakan Windows sebagai sistem operasi untuk menjalankan perangkatnya. Namun, di luar Windows, ada banyak sistem operasi populer yang dapat digunakan. Salah satu sistem operasi tersebut adalah Linux.

Linux adalah nama yang diberikan kepada kumpulan sistem operasi Mirip-Unix yang menggunakan Kernel Linux sebagai kernelnya. Linux merupakan proyek perangkat lunak bebas dan sumber terbuka terbesar di dunia.

Tak seperti Windows yang tergantung pada satu vendor untuk berkembang, Linux dapat di modifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja. Karena bebas dimodifikasi, munculah macam-macam Linux.

Dalam Linux, dikenal istilah distribusi Linux atau sering disebut distro Linux. Mereka merupakan sistem-sistem operasi Linux yang dasarnya dari Kernel Linux dan sistem manajemen paket. Berbagai Distro Linux inilah yang kerap disebut dengan macam-macam Linux.

Terdapat banyak macam-macam Linux yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing macam-macam Linux disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer.

Inti dari macam-macam Linux yang ada adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor).

Berikut macam-macam Linux yang populer digunakan, antaralain:

Debian
Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang populer dan berpengaruh.

Banyak distribusi linux lainnya berbasiskan Debian, antara lain: Ubuntu, MEPIS, Dreamlinux, Damn Small Linux, Xandros, Knoppix, BackTrack, Linspire, dan edisi Debian dari Linux Mint. Fitur yang menonjol dari Debian adalah sistem manajemen APT, repositori dengan jumlah paket yang banyak, kebijakan paket yang ketat, dan kualitas rilis yang terjaga.

Praktik ini memungkinkan pemutakhiran yang sederhana antar rilis, begitupun untuk penghapusan paket.

Ubuntu
Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasis Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas. Ubuntu ditawarkan dalam tiga edisi resmi yaitu Ubuntu Desktop untuk komputer pribadi, Ubuntu Server untuk server dan komputasi awan, dan Ubuntu Core untuk “internet of things”, perangkat kecil dan robot.

Ubuntu adalah sistem operasi populer untuk cloud computing, dan dijadikan sistem operasi rujukan bagi OpenStack. Ubuntu terdiri dari banyak paket, kebanyakan berasal dari distribusi di bawah lisensi lisensi software bebas. Namun, beberapa software khususnya driver menggunakan Proprietary software.

openSUSE
openSUSE dikembangkan secara independen, dengan dukungan komunitas melalui Proyek openSUSE yang disponsori oleh SUSE dan sejumlah perusahaan lain. Tujuan Proyek openSUSE adalah untuk memperkenalkan penggunaan Linux di mana-mana dengan menciptakan distribusi Linux yang stabil dan ramah pengguna. openSUSE dapat digunakan sebagai sistem operasi untuk desktop dan server.

openSUSE versi baru dirilis setiap delapan bulan sekali. Sejak versi 11.2, dukungan pembaruan paket atau penambalan keamanan sampai dua rilis versi berikutnya ditambah dua bulan, sehingga masa dukungan bertambah menjadi 18 bulan.

Fedora
Fedora adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Salah satu visi utama Fedora tidak hanya mengandung software dibawah lisensi software open source dan gratis, tetapi juga menjadi teknologi yang mutakhir.

Keamanan adalah salah satu fitur penting di Fedora. Salah satu fitur yang terdapat pada Fedora adalah Securtiy-Enchance Linux, fitur Linux yang mengimplementasikan kebijaksanaan keamanan linux, termasuk pengawasan aksess perintah, melalui Modul keamanan Linux pada Linux kernel. Fedora adalah salah satu dari distribusi yang memimpin dengan SELinux.

Linux Mint
Linux Mint adalah sistem operasi Linux yang merupakan suatu distribusi Linux dengan basis Debian dan Ubuntu, dengan Linux Mint Debian Edition (LMDE) sebagai suatu alternatif yang sepenuhnya berbasis Debian. Aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga bisa berjalan pada LinuxMint. Walaupun inti dari LinuxMint adalah Ubuntu, LinuxMint hadir dengan tampilan yang berbeda dengan Ubuntu.

Linux Mint rilis sebanyak 2 kali dalam setahun. Setiap rilis Linux Mint diberi nomor versi dan nama kode yang memakai nama-nama wanita dan selalu berakhiran “a” (contoh: Linux Mint 14 Nadia).

CentOS
CentOS (Community ENTerprise Operating System) adalah sebuah distribusi linux sebagai bentuk dari usaha untuk menyediakan platform komputasi berkelas enterprise yang memiliki kompatibilitas kode biner sepenuhnya dengan kode sumber yang menjadi induknya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL).

CentOS tersedia secara gratis, dukungan teknis utamanya disediakan terhadap para pengguna melalui milis, forum berbasis web, ataupun chat. Proyek CentOS tidak berafiliasi dengan Red Hat, sehingga proyek CentOS berjalan tanpa mendapatkan bantuan apapun dari Red Hat. Untuk penggalangan dana, CentOS berbasis donasi dari para pengguna serta sponsor dari perusahaan-perusahaan yang menggunakannya.

Sumber : www.pro.co.id