Peringatan HUT PGRI

Peringatan HUT PGRI

Peringatan HUT PGRI

KOTA–Peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional, serta Apel Nusantara Bersatu di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (30/11) berlangsung hikmat dan meriah. Acara yang dipusatkan di GOR Singa Harau itu dipimpin langsung Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan ikut dihadiri Wakil Bupati Ferizal Ridwan, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, dan berbagai elemen masyarakat serta ribuan guru.

Dalam pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dibacakannya, Bupati Irfendi mengatakan guru memiliki peran mulia dan strategis. Berbanggalah menjadi seorang guru, sebab di tangan guru , pamong dan tenaga kependidikan, masa depan bangsa menjadi taruhannya.

“Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan seorang guru. Kita bisa berdiri

tegak saat ini juga karena pernah ditempa guru,” paparnya.

Usai peringatan HUT PGRI dan Hari Guru, acara dilanjutkan dengan  Apel Nusantara Bersatu yang ditandai dengan penyampaian orasi kebangsaan oleh Bupati dan Dandim 0306/50 Kota Letkol . Inf. Heri Sumitro, S.Pd. Berikutnya, pembacaan puisi Adi Sandra dan Kapten Inf. Hariadi serta atraksi dari pasukan TNI.

Selain itu, apel besar tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan Reok Pono Rogo dari Purwaja Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau serta atraksi silat dari pesilat cilik Silat Silaturahmi Payakumbuh.

Dalam orasinya, Bupati Irfendi menyuarakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia

. Ia mengajak mengikrarkan kesetiaan kepada Indonesia, cinta kepada Sang Maha Pencipta, cinta kepada alam dan tanah air.

“Jadilah manusia Indonesia yang memberi bukan memaki-maki, jadilah manusia Indonesia yang tangan di atas bukan di bawah. Apapun baju, profesi, agama serta status kita hari ini, kita harus membela NKRI,” tegas Irfendi  yang disambut peserta apel dengan sorakan Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita.

Irfendi mengatakan berbagai pihak di daerah ini ikut menyuarakan semangat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya apel itu menjadi salah satu upaya menjaga persatuan Indonesia.

Sementara Dandim 0306/50 Kota Letkol . Inf. Heri Sumitro, S.Pd dalam orasinya

menyebutkan perbedaan itu indah, karena itu bukti kebesaran Allah Sang Pencipta Alam Semesta. Kita berbeda tapi kita sama-sama manusia sempurna ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Kita berbeda namun kita sama satu bangsa, bangsa Indonesia.

“Kita hidup bersama di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita bangsa Indonesia, bangsaku, bangsamu bangsa kita. Indonesia Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita,” ujar Heri Sumitro.

Menjawab pertanyaan wartawan, lebih lanjut Dandim mengatakan, apel Nusantara Bersatu itu bertujuan untuk bertujuan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta memupuk kesadaran nasionalisme. Namun, menurutnya hingga kini persatuan dak kesatuan masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota masih solid. Hal itu terbukti dari apel yang ikut dihadiri beragam komponen masyarakat dari berbagai eknis termasuk dari eknis Tionghoa.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/vd03J1cq72T