Pahami Dinamika Gunung Agung, ITB Lakukan Studi Terpadu

Pahami Dinamika Gunung Agung, ITB Lakukan Studi Terpadu

Pahami Dinamika Gunung Agung, ITB Lakukan Studi Terpadu

Tercatat sebanyak 127 gunung berapi di Indonesia dinyatakan masih aktif.

Salah satunya gunung Agung di Provinsi Bali. Guna memahami dinamika gunungapi di Indonesia, dibutuhkan sebuah studi secara terpadu. Seperti dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat terhadap gunung Agung.

Berdasarkan informasi dari MAGMA Indonesia yang dirilis PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), pada Kamis (10/1/2019) gunung Agung kembali erupsi. Erupsi gunung Agung ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi +/- 4 menit 22 detik.

Penelitian gunung Agung di ITB diketuai oleh Prof. Sri Widiyantoro dari KK Geofisika

Global FTTM-ITB. Tim peneliti terbagi dalam tiga kelompok, yaitu Kelompok Seismologi beranggotakan Dr. Andri Dian Nugraha, Dr. Zulfakriza dan Dr. David P. Sahara. Kelompok Geologi beranggotakan Dr. Eddy Sucipta dan Dr. Asep Saepuloh. Serta Kelompok Geodesi beranggotakan Dr. Irwan Meilano dan Dr. Endra Gunawan.

Tujuan penelitian, pertama delineasi struktur bawah permukaan gunung Agung

dan gunung Batur dengan mengaplikasikan Teknik Double Different Tomography dan Ambient Noise Tomography. Kedua memahami model geomekanik gunung Agung, ketiga pola deformasi tubuh gunung Agung, dan keempat model geokimia dan petrologi gunung Agung.

Didanai USAID

Mengenai pendanaan, dilansir itb.ac.id, Zulfakriza mengatakan terhitung mulai Oktober 2018, ITB mendapatkan hibah dana penelitian Partnership for Enhanced Engagement in Research (PEER) yang bersumber dari USAID.

“Fokus penelitian adalah mempelajari dinamika gunung Agung Bali secara terpadu dari sisi seismologi, petrologi dan deformasi. Skema penelitian PEER merupakan kerjasama penelitian antara ITB, PVMBG-Badan Geologi dan Volcano Disaster Assistance Program (VDAP)-USGS,” kata Dr. Zulfakriza.

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/sejarah-penjajahan-jepang/