TANDA-TANDA PENCERNAAN LANCAR SI KECIL

Frekuensi BAB bayi baru bermunculan memang lebih sering dikomparasikan dengan bayi atau anak yang lebih besar. Hal ini disebabkan sejumlah organ dan enzim yang berperan dalam proses pencernaan belum bermanfaat optimal. Bayi berusia 1 minggu rata-rata mempunyai frekuensi BAB 2 – 8 kali sehari. Seiring meningkatnya usia, frekuensi BAB pun bakal berkurang. Jika Ibu hendak mengetahui frekuensi BAB yang normal untuk si Kecil dan firasat pencernaan fasih si Kecil, Ibu dapat melihat informasi lengkapnya di bawah ini:

Tanda-Tanda Pencernaan Lancar si Kecil pada Usia 0-12 Bulan
Pada masa 3 bulan kesatu, enzim pencernaan pada tubuh si Kecil masih belum terbentuk dengan sempurna, hasilnya, si Kecil melulu dapat mengubah nutrisi dari ASI. Sistem pencernaan si Kecil juga belum terbentuk sempurna sampai-sampai si Kecil akan gampang memuntahkan ASI ketika sedang menyusui atau ada bunyi pada perut bayi.

Tanda-tanda pencernaan si Kecil lancar ialah ketika si Kecil tidak memuntahkan ASI dalam frekuensi tinggi. Sebenarnya muntah pada bayi ialah kondisi yang umum terjadi, namun andai terjadi dalam frekuensi yang tinggi, Ibu butuh mengeceknya pada dokter.

Pada umur 6 bulan ke atas si Kecil baru dapat mulai mengonsumsi MPASI, Ibu dapat memberikan makanan padat yang dihaluskan laksana labu dan nasi yang dihaluskan. Pastikan Ibu menyerahkan MPASI saat usia si Kecil telah lebih dari 6 bulan.Selanjutnya, ada sejumlah ciri-ciri atau tanda andai si Kecil mempunyai pencernaan yang bermasalah laksana muntah dalam frekuensi tinggi disertai demam dan diare, konstipasi, dan reflux.

Tanda-Tanda Pencernaan Lancar pada umur 1 tahun ke Atas
Ketika si Kecil telah berusia setahun dan telah mulai dapat mengonsumsi makanan padat laksana anggota keluarganya, tetapi Ibu mesti mengajarkan si Kecil mengonsumsi makanan padat secara bertahap supaya pencernaan si Kecil tidak kaget. Beberapa firasat pencernaan si Kecil sehat ialah si Kecil mempunyai nafsu santap yang normal, tidak sering merasakan gangguan pencernaan laksana diare, konstipasi dan muntah.

Jika si Kecil merasakan gangguan pencernaan pasti Ibu bakal merasa resah. Beberapa firasat pencernaan si Kecil tidak lancar ialah jika Si Kecil merasakan diare yang disertai dengan demam dan feses berdarah, si Kecil merasakan konstipasi dalam kurun masa-masa dua minggu atau lebih, dan tidak jarang memuntahkan makanan. Selanjutnya, untuk penyelesaian diare pada anak, Ibu dapat memberikan oralit yang memang khusus guna anak, guna gangguan konstipasi pada anak Ibu dapat mengubah menu santap ke makanan yang memiliki tidak sedikit serat, laksana susu tinggi serat dan sayuran hijau. Jika si Kecil tidak jarang memuntahkan makanan Ibu dapat mengecek apakah si Kecil merasakan intoleransi laktosa atau tidak.

Sumber : http://www2.ogs.state.ny.us/help/urlstatusgo.html?url=www.pelajaran.co.id/