Apa Itu PjBL

Apa Itu PjBL

Pembelajaran berbasis proyek telah dikaitkan dengan “situated learning” dari perspektif James G. Greeno (2006)[3] dan pada teori konstruktivis Jean Piaget. Sebuah deskripsi yang lebih tepat dari proses PjBL yang diberikan oleh Blumenfeld et al. mengatakan bahwa, “Pelajaran berbasis proyek adalah perspektif yang komprehensif berfokus pada pengajaran dengan melibatkan siswa dalam penyelidikan. Dalam kerangka ini, siswa mengejar solusi untuk permasalahan yang tidak sederhana dengan mengajukan pertanyaan dan menyempurnakannya, debat pendapat, membuat prediksi, merancang rencana atau percobaan, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, mengkomunikasikan ide-ide mereka dan temuan kepada orang lain, mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru, dan menciptakan artefak” [4]. Dasar PjBL terletak pada keautentikan atau kehidupan nyata (real word) dalam penerapan penelitian. Siswa bekerja sebagai tim diberi “pertanyaan mengemudi” untuk menanggapi atau menjawab, kemudian diarahkan untuk menciptakan sebuah artefak untuk menyajikan pengetahuan yang mereka peroleh. Artefak tersebut termasuk berbagai media seperti tulisan, seni, gambar, representasi tiga dimensi, video, fotografi, atau presentasi berbasis teknologi.

John Dewey awalnya mempromosikan ide “learning by doing.” Dalam My Pedagogical Creed (1897) Dewey menyebutkan keyakinannya mengenai pendidikan: “Guru ada di sekolah tidak untuk memaksakan ide-ide tertentu atau untuk membentuk kebiasaan tertentu pada anak, tetapi ada sebagai anggota masyarakat untuk memilih pengaruh yang akan mempengaruhi anak dan untuk membantu anak dalam langkah yang benar… saya percaya, karena itu, dalam apa yang disebut kegiatan ekspresif atau konstruktif sebagai pusat korelasi”[5]. Penelitian Pendidikan telah lebih maju mengembangkan ide ini menjadi metode yang dikenal sebagai “pembelajaran berbasis proyek.” Blumenfeld & Krajcik[6] mengutip studi oleh Marx et al. (2004), Rivet & Krajcki (2004) dan William & Linn (2003) menyatakan bahwa “Penelitian telah menunjukkan bahwa siswa di kelas pembelajaran berbasis proyek mendapatkan skor yang lebih tinggi daripada siswa di kelas tradisional”.

PjBl (project-based learning) adalah model pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran disekitar proyek[7]. Proyek adalah tugas yang kompleks, berdasarkan pertanyaan menantang atau masalah, yang melibatkan siswa dalam desain, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, atau kegiatan investigasi; memberikan siswa kesempatan untuk bekerja relatif otonom selama jangka waktu yang diperpanjang; dan berujung pada produk yang realistis atau presentasi[8].

Di dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa menjadi terdorong lebih aktif di dalam belajar mereka. Produk yang dibuat siswa selama proyek memberikan hasil yang secara otentik dapat diukur oleh guru atau instruktur di dalam pembelajarannya. Oleh karena itu, di dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, guru atau instruktur menjadi pendamping, fasilitator, dan dituntut untuk memahami pikiran siswa.

Ketika siswa bekerja di dalam tim, mereka menemukan keterampilan merencanakan, mengorganisasi, negosiasi, dan membuat konsensus tentang isu-isu tugas yang akan dikerjakan, siapa yang bertanggungjawab untuk setiap tugas, dan bagaimana informasi akan dikumpulkan dan disajikan. Keterampilan-keterampilan yang telah diidentifikasi oleh siswa ini merupakan keterampilan yang amat penting untuk keberhasilan hidupnya, dan sebagai tenaga kerja merupakan keterampilan yang amat penting di tempat kerja. Karena hakikat kerja proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan keterampilan tersebut berlangsung di antara siswa. Di dalam kerja kelompok suatu proyek, kekuatan individu dan cara belajar yang diacu memperkuat kerja tim sebagai suatu keseluruhan.

Sumber : https://downloadapk.co.id/