3 Trik Berkata ‘Tidak’ Pada Bawahan

Anda yang sudah berada di posisi manajer tentu menikmati bahwa hierarki status sebagai senior atau atasan tidak berarti menciptakan Anda mudah menuliskan ‘tidak’ untuk bawahan/junior. Langkah ini akan menciptakan Anda tidak populer salah satu staf. Namun, ada tidak sedikit prioritas kerja yang butuh Anda kerjakan untuk mengawal ritme kinerja divisi yang kita pimpin, sampai-sampai Anda butuh berkata, ‘tidak’. Seperti apa pendekatannya?

• Perhatikan intonasi nada.
Sebagai pemimpin suatu tim, Anda sedang di relasi kuasa lebih tinggi dari staf yang kita pimpin. Salah sedikit, bisa-bisa kita dicap sebagai ‘diktator’ tak berhati. Dalam urusan ini, intonasi nada dan ekspresi kita memegang peranan terhadap keberhasilan ‘negosiasi’ dari penolakan Anda. Berikan atensi sarat terhadap argumen bawahan kita dengan empati. Ucapkan kata ‘tidak’ dalam bahasa yang sopan, dibuntuti argumen yang berfokus pada komitmen tim, bukan pribadi.

• Perbaiki komunikasi.
Kepemimpinan yang buruk bermula dari komunikasi yang buruk. Ketika kita tidak menyetujui gagasan atau permintaan dari staf, tidak boleh menolak dengan serta-merta. Meski kita dalam posisi sebagai pembuat keputusan, luangkan masa-masa dan energi guna menjelaskan kenapa pendapat, ide, atau permintaannya tidak dapat Anda penuhi.

• Minta tanggapan.
Setelah Anda menyimpulkan untuk berbicara ‘tidak’, bukalah ruang untuk bawahan kita untuk menyerahkan tanggapan, atau mengemukakan pertanyaan tersingkap terhadap keputusan kita ini. Langkah ini urgen untuk mengecek apakah bawahan Anda dapat menangkap dan mengetahui maksud Anda. Bereskan kesalahpahaman komunikasi sebelum Anda menyelesaikan diskusi.

Baca Juga: