Pengertian Profitabilitas

Pengertian Profitabilitas

Pengertian Profitabilitas

    Profitabilitas merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis kinerja manajemen, tingkat profitabilitas akan menggambarkan posisi laba perushaan. Para investor di pasar modal sangat memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan meningkatkan laba, hal ini merupakan daya tarik bagi investor dalam melakukan jual beli saham, oleh karena itu manajemen harus mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.

                    Menurut (Kasmir, 2008), “Rasio profitabilas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan”. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini di tunjukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Pada dasarnya penggunaan rasio ini yakni menunjukan tingkat efisiensi suatu perusahaan.

2.1.4.2.         Tujuan dan manfaat Rasio Profitabilitas

         Manfaat rasio profitabilatas tidak terbatas hanya pada pemilik usaha atau manajemen saja, tetapi juga bagi pihak luar perusahaan, terutama pihak – pihak yang memiliki hubungan atau kepentingan dengan perusahaan.

(Kasmir, 2008), menerangkat bahwa tujuan dan manfaat penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan maupun bagi pihak luar perusahaan yakni :

  1. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu
  2. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang
  3. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu
  4. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri
  5. Untuk mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri
  6. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri

Penggunaan rasio profitabilits dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara berbagai komponen yang ada di laporan keuangan, terutama laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi. Pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa periode operasi. Tujuannya adalah agar terlihat perkembangan posisi laporan keuangan perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik penurunan atau kenaikan, sekaligus sebagai evaluasi terhadap kinerja manajemen sehingga dapat diketahui penyebab dari perubahan kondisi keuangan perusahaan tersebut. Semakin lengkap rasio yang digunakan, semakin sempurna hasil yang akan dicapai, sehingga posisi dan kondisi tingkat profitabilitas perusahaan dapat diketahui secara sempurna.

2.1.4.3.         Jenis – jenis Rasio Profitabilitas

      Secara umum ada empat jenis analisis utama yang digunakan untuk menilai tingkat profitabilitas yakni terdiri dari :

  1. Net Profit Margin (NPM)
  2. Return On Assets (ROA)
  3. Return On Equity (ROE)

Namun dari ke empat rasio profitabilitas tersebut, analisis rasio profitabilitas dalam penelitian ini di wakili oleh rasio profitabilitas ini diwakili oleh Net Profit Margin (NPM) , Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE).

1. Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin (NPM) merupakan perbandingan antara laba bersih dengan penjualan. Rasio ini sangat penting bagi manajer operasi karena mencerminkan strategi penetapan harga penjualan yang diterapkan perusahaan dan kemampuannya untuk mengandilakan beban usaha. Semakin besar Net Profit Margin berarti semakin efisien perusahaan tersebut dalam mengeluarkan biaya – biaya sehubungan dengan kegiatan operasinya.

NPM

2. Return On Assets (ROA)

Return On Assets (ROA) merupakan penilaian profitabilitas atas total assets, dengan cara membandingkan laba setelah pajak dengan rata – rata total aktiva. Return On Assets (ROA) menunjukan efektivitas perusahaan dalam mengelola aktiva baik dari modal sendiri maupun dari modal pinjaman, investor akan melihat seberapa efektif suatu perusahaan dalam mengelola assets. Semakin tinggi tingkat Return On Assets maka akan memberikan efek terhadap volume penjualan saham, artinya tinggi rendahnya Return On Assets akan mempengaruhi minat investor dalam melakukan investasi sehingga akan mempengaruhi volume penjualan saham perusahaan begitu pula sebaliknya.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/