Bangunan Tua, Atap SD Rajamandala 4 Ambruk

Bangunan Tua, Atap SD Rajamandala 4 Ambruk

Atap teras SD Rajamandala 4 di kawasan PTPN VIII, Desa Rajamandala, Kecamatan Cipatat

, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk, Senin (8/10) siang.

Informasi yang dihimpun RMOLJabar, bagian atap yang roboh itu adalah gongsol atau atap yang menutupi teras kelas.

Bagian atap yang ambruk berukuran sekitar 6×3 meter sementara atap bangunan kelas masih tetap utuh, namun ruang kelas adalah bangunan lama berusia lebih dari 15 tahun dan belum pernah dilakukan rehab. Pihak sekolah khawatir bangunan kelas itu juga lama-kelamaan akan rubuh.

“Kejadiannya siang setelah siswa bubar sekolah jadi tidak ada korban jiwa,” kata Kepala SD Rajamandala 4,

Cipatat, Iwan Suprihat (56) saat dihubungi, Senin (8/10).

Menurutnya, saat kejadian dirinya kebetulan sedang mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) Dana BOS di Gedung PGRI jadi sempat kaget begitu mendengar kabar tersebut. Pasalnya di lokasi atap yang ambruk biasanya para orang tua siswa kelas satu menunggu anak-anaknya.

“Saya juga kaget dengar itu, sempat muncul kekhawatiran jika ada siswa atau orang tua yang tertimpa reruntuhan. Alhamdulillah tidak ada, kebetulan kegiatan mengajar sudah selesai,”ungkapnya.

Ruang kelas itu memang dipergunakan untuk siswa kelas satu yang berjumlah sekitar 22 orang

. Disinyalir karena bangunan tua dan rangka sikunya hanya dipaku maka ruang kelas yang berbentuk julang ngapak itu akhirnya tak kuat menahan beban.

Di barisan atap yang ambruk itu terdapat tiga ruang kelas, masing-masing dipakai untuk ruang kelas satu, ruang UKS, ruang kepala sekolah dan dapur.

“Tiga ruangan itu memang sudah tua dan perlu direhab. Di awal tahun ini ada konsultan yang memantau untuk memberikan bantuan rehab tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ucapnya, yang sudah melaporkan insiden ini ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Cipatat.

Akibat insiden ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kegiatan belajar mengajar mulai Selasa (9/10) akan dilakukan sistem shift khususnya untuk kelas satu.

Secara total di sekolah ini ada 12 total ruangan dimana 8 di antaranya dipakai untuk ruang kelas. Ruangan itu dipergunakan untuk 279 siswa yang terdiri dari kelas satu, dua, dan enam, masing-masing dua rombel, sementara kelas tiga, empat, dan lima, masing-masing satu rombel.

“Atas kejadian ini kami akan manfaatkan kelas yang ada khususnya kelas satu. Mereka akan bergiliramln memakai ruang kelas dengan sistem sekolah pagi dan siang dari pukul 07.00-09.30 dilanjutkan 09.30-12.00 WIB,” ujarnya

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/awal-kehancuran-kerajaan-aceh/