Robot SMPN 1 Borong Tiga Piala

Robot SMPN 1 Borong Tiga Piala

Robot SMPN 1 Borong Tiga Piala

Lima siswa SMPN 1 Surabaya menorehkan prestasi membangggakan di bidang robotik. Mereka baru saja menyabet juara 1, 2 dan 3 dalam Line Tracer Design and Contest (LTDC) 2017 yang berlangsung di Universitas Negeri Malang (UNM).

Para siswa berprestasi tersebut, Augista Eksofon Pradana, Ihsan Dianta, Zulfikar Firmanto

, Kandias Radista Wardhana, dan Maulana Zakky Mubarok. Dalam lomba yang diselenggarakan pada 27-28 September lalu mereka unjuk gigi dari tiga robot yang diciptakannya.

Lima siswa tersebut terbagi dalam tiga tim. Tim satu beranggotakan Augista dan Ihsan berhasil menyabet juara 1. Robot analog yang dioperasikan oleh dua siswa kelas VII itu, keluar sebagai yang tercepat. Yakni dengan catatan waktu 1 menit 8 detik.
Robotik
Lima siswa SMP N 1 Surabaya menang lomba robotik (Okky Putri Rahayu / Jawa Pos)

Karena merupakan lomba line tracer, robot analog harus bisa menyusuri trek yang dilombakan. Rupanya, ada tanjakan yang menjadi tantangan dalam perlombaan. Meskipun demikian, robot milik Augista dan Ihsan sudah dilengkapi sensor tanjakan. Karena itu, menurut Augista, robotnya bisa menyesuaikan kecepatan saat menghadapi tanjakan. ”Bisa naik sekitar 0,5 volt,” ujar siswa berusia 13 tahun itu.

Dalam trek sepanjang 6,5 meter itu, tak hanya berisi tanjakan. Namun, ada tantangan checkpoint di beberapa titik. Dengan adanya checkpont, robot juga harus bisa berganti jalur. Hal itu sempat menjadi kesulitan bagi para siswa.

Zulfikar, salah satu tim mengungkapkan, robot analog dalam timnya bersama Kandias

hanya meraih juara 3. Menurut dia, tantangan pindah jalur sempat menyulitkannya. “Kadang habis pindah jalur kiri langsung ke kanan. Jadi kami harus ganti settingnya,” ujar siswa kelas VIII itu.

Meskipun demikian, robot milik Zulfikar berhasil mencatat perolehan waktu 1 menit 11 detik saat final. Rupanya, waktu tersebut hanya selisih 0,5 detik dengan robot milik Zakky -sapaan akrab Maulana Zakky Mubarok-. Karena itu, Zakky berhasil menyabet juara ke 2.

Tak seperti kedua tim yang lain, robot Zakky dioperasikans sendirian. ”Jadi kalau troubleshoot harus bisa tuntaskan sendiri, karena tidak ada teman diskusi,” ujarnya. Beruntung, saat perlombaan, Zakky tidak menemukan kendala teknis.

Meskipun demikian, siswa kelas VIII yang sudah sering ikut lomba robot ini,

mengaku sering menghadapi kendala teknis. Kendala itu, lanjutnya, berupa copotnya sambungan ke mesin, putusnya rangkaian dan sebagainya. “Tapi pas lomba kemarin robotnya lancar-lancar aja,” imbuhnya.

Johannes Aprilius Velerio, pelatih ekskul Robotike SMPN 1 mengungkapkan bahwa persiapan selama dua minggu tersebut memang membuahkan hasil yang sesuai dalam lomba. Sebab, robot mampu tampil prima seperti pada saat latihan. Bahkan, berhasil menggondo; tiga piala.

Padahal, ada beragam babak yang musti dilalui. Mulai dari penyisihan, 32 besar, 16 besar hingga final yang diikuti 4 robot tecepat. “Tiga diantara milik SMPN 1 dan keluar jadi juara,” ujarnya.

Padahal, dalam lomba tingkat SMP/SMA itu, pesaingnya datang dari seluruh Indonesia. “karena skala lombanya nasional dan pesaingnya juga dari SMA,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/1/