Baru Tahun Ini, Peserta SBMPT Bisa Ujian dengan Smartphone

Baru Tahun Ini, Peserta SBMPT Bisa Ujian dengan Smartphone

Baru Tahun Ini, Peserta SBMPT Bisa Ujian dengan Smartphone

Panitia seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN)

menggunakan cara berbeda dalam proses seleksi yakni menggunakan sistem android. Dengan begitu, dalam pelaksanaan seleksi peserta bisa menggunakan smartphone yang dimilikinya untuk mengerjakan ujian.

Akan tetapi, sistem seleksi baru ini baru bisa dilakukan untuk peserta yang mendaftar di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Pusat SBMPTN, Ravik Karsidi saat ditemui JawaPos.com, di kantornya Senin (7/5). Pada kesempatan tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tersebut mengatakan, dari 26.181 peserta SBMPT yang mengikuti seleksi dengan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) ada 1.000 peserta yang akan melaksanakan ujian menggunakan android.

“Untuk teknisnya mereka mengerjakan ujian di smartphone mereka sendiri

dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh panitia. Dan khusus tahun ini hanya diselenggarakan di Unpad,” katanya.

Pelaksanaan SBMPT berbasis android di Unpad sendiri merupakan pilot project yang dilakukan oleh panitia. Ravik berharap, ke depannya akan lebih banyak perguruan tinggi negeri (PTN) yang juga bisa menyelenggarakan SBMPT berbasis android.

“Kenapa baru bisa dilaksanakan di Unpad, karena Unpad yang mendesain

sejak awal dan dari sisi perangkat di sana juga yang paling siap. Tapi tahun depan saya harapkan akan lebih luas,” ujarnya.

Untuk peserta yang akan mengikuti SBMPTN menggunakan smartphone berbasis android, nantinya panitia akan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan perangkat dari peserta yang akan mengikuti ujian.

Meski menggunakan smartphone peserta, Ravik memastikan, pelaksanaannya akan sama dengan saat peserta melaksanakan ujian menggunakan komputer. Mengingat, semua peralatan sudah melalui verifikasi ketat dari panitia.

 

Sumber :

https://readthedocs.org/projects/ojelmandiri/