Obama Puji Keberanian Warga yang Memilih, Janji Tarik Pasukan

Obama Puji Keberanian Warga yang Memilih, Janji Tarik Pasukan

Obama Puji Keberanian Warga yang Memilih, Janji Tarik Pasukan

Presiden AS Barack Obama

Memuji keberanian para pemilih Irak yang menggunakan suaranya dalam Pemilu. Namun demikian, Obama tetap mewanti-wanti beberapa hari yang keras ke depan usai pemilu kedua sejak invasi AS tahun 2003 itu.

Melangkah menuju halaman Gedung Putih untuk membuat pernyataan khusus tentang pemilu Irak, Obama memuji ‘jumlah suara yang kuat’ dan mengatakan hari itu akan menjadi sebagai ‘tonggak penting dalam sejarah Irak’.

 

“Pemilihan hari ini membuat jelas masa depan Irak milik rakyat Irak,”

kata Obama dalam keterangan pers seperti dilansir Reuters, Senin (8/3/2010). Obama ditemani oleh Wapres Joe Bidden.

Jutaan warga Irak menepis rasa takut bom, mortir dan serangan roket yang menewaskan 38 orang dan memilih menggunakan suaranya dalam Pemilu yang terlihat sebagai ujian dari kerapuhan demokrasi.

“Kami tahu bahwa hari-hari ke depan di Irak akan sangat sulit dan mungkin akan terjadi lebih banyak kekerasan, tetapi layaknya sebuah negara merdeka yang berdaulat, Irak harus bebas untuk menyusun kerangka latihannya sendiri,” kata Obama.

 

Obama berjanji AS akan terikat oleh jadwal untuk penarikan militer

membagi dua pasukannya menjadi 50.000 pada akhir Agustus dan menarik keluar semua pasukan pada akhir tahun depan.

Obama juga mendesak negara tetangga Irak untuk tidak ikut campur dalam sebuah negara yang jelas-jelas Washington ingin menjadi mercusuar demokrasi di wilayah di mana pemilu bebas dan adil adalah pengecualian.

“Jangan ada seorang pun yang berusaha untuk mempengaruhi, mengeksploitasi, atau mengacaukan masa transisi ini,” kata Obama.

“Sekarang saatnya untuk setiap tetangga dan bangsa untuk menghormati kedaulatan Irak dan integritas wilayah,” pungkasnya.

 

Baca Juga :