Pemerintah harus didorong perbanyak jumlah sekolah

Pemerintah harus didorong perbanyak jumlah sekolah

Pemerintah harus didorong perbanyak jumlah sekolah

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengatakan, agar manusia Indonesia makin sejahtera

, maka jumlah masuk dan keluar siswa bersekolah harus didorong.

Namun, caranya bukan dengan subsidi ataupun bantuan biaya bulanan, melainkan peningkatan akses pada pendidikan.

Sayangnya, ucap Anies, akses pendidikan masih terbatas pada kendala ekonomis dan geografis. Sekolah saat ini hanya sampai di kecamatan, sehingga anak usia sekolah di kawasan terpencil masih belum terakses.

Pemerintah daerah perlu didorong agar berkomitmen

meningkatkan kuantitas sekolah. Bahkan dia mendorong agar calon kepala daerah ketika berkampanye mesti didorong memberikan janji-janji di bidang pendidikan,” ucap Anies di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (30/10/2013).

Dia yakin, dalam waktu lima tahun, sekolah dan guru dapat ditingkatkan mutunya, jika mereka konsisten. “Bupati yang menyatakan soal itu makin banyak dan harus lebih banyak lagi. Nanti jika mereka terpilih tinggal ditagih (janji-janjinya),” terangnya.

Anies menjelaskan, penyebab mereka kehilangan hak pendidikannya karena jumlah sekolah

yang tidak sebanding. Bandingkan antara jumlah SD se Indonesia sebanyak 146.967 unit namun jumlah SMPnya hanya 35.492 unit.

Dengan jumlah penduduk yang sedemikian banyak, tidak semestinya jumlah sekolah di tanah air sedemikian sedikit. Rendahnya jumlah sekolah membuktikan pemerintah memang tidak berniat untuk mendidik seluruh anak Indonesia,” pungkasnya.

Baca berita terkait:
Pertahun 3,3 juta anak tak bisa lanjutkan pendidikan.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/pengertian-lembaga-agama-fungsi-tujuan-dan-macamnya/