Unsur-Unsur Kebudayaan

Unsur-Unsur Kebudayaan

Unsur-Unsur Kebudayaan

1. Bahasa

Hubungan antara kebudayaan lokal, tercermin dalam bentuk persebaran bahasa daerah, sebagai bentuk persebaran unsur kebudayaan lokal. Hal itu sebagai dampak interaksi sosial antara kelompok masyarakat yang berbeda kebudayaan. Misal: penduduk suku bangsa Jawa yang tinggal berbatasan dengan wilayah suku bangsa Sunda (Jawa Barat) antara lain Cilacap & Brebes, memiliki ragam bahasa yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa & Sunda.

Demikian halnya penduduk suku bangsa Jawa yang berbatasan dengan wilayah Madura, memiliki ragam bahasa yang menunjukkan perpaduan antara bahasa Jawa & Madura. Perpaduan bahasa tersebut tercermin dalam bentuk logat / dialek. Dialek bahasa Jawa penduduk Brebes berbeda dengan dialek bahasa Jawa penduduk Semarang, berbeda dengan penduduk Solo, & berbeda pula dengan penduduk Surabaya, meskipun mereka sama-sama menggunakan bahasa Jawa.

Di era kehidupan sekarang ini, khususnya di kalangan remaja, pemakaian dialek bahasa Betawi seperti gue (saya), lu (kamu), udah (sudah), bantuin dong (tolong dibantu), & sebagainya menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di lingkungan remaja perkotaan. Hal tersebut berkaitan erat dengan proses urbanisasi yang menjadikan ibukota sebagai tujuan utama kaum urban. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)
 

2. Sistem Kesenian

Hubungan yang terjalin antarkebudayaan lokal dapat terlihat pada unsur kesenian. Jalinan interaksi sosial antar suku bangsa, biasa terjadi melalui kegiatan ekspansi, migrasi maupun perdagangan. Misalnya; perkembangan seni pertunjukan wayang, tidak hanya terbatas di lingkungan masyarakat Jawa saja, melainkan dapat dijumpai pada masyarakat Sunda & Bali meskipun berbeda jenisnya. Demikian halnya dengan tari topeng. Perkembangan tari topeng dapat dijumpai dalam kebudayaan masyarakat Betawi, Sunda, Jawa Tengah, Jawa Timur, & Bali.

3. Sistem Teknologi

Meningkatnya peradaban suatu suku bangsa sekaligus menandai proses perubahan kebudayaan lokal. Pola kehidupan masyarakat yang dinilai lebih maju berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat yang tingkat peradabannya masih sederhana. Melalui proses migrasi maupun interaksi perdagangan, telah terjadi saling memengaruhi terhadap kebudayaan lokal. Misalnya; kehidupan suku terasing yang hidup di pedalaman akhirnya akan mampu menyesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat luar yang lebih modern, setelah mereka membuka diri menjalin interaksi sosial dengan masyarakat luar. Di bidang teknologi, penyesuaian tersebut dapat berupa; alat rumah tangga & pakaian.