Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah

Perencanaan pembangunan ekonomi daerah

Bisa dianggap sebagai perencanaan untuk memperbaiki penggunaan sumberdaya publik yang tersedia didaerah tersebut dan untuk memperbaiki kapasitas sektor swasta dalam menciptakan nilai sumberdaya swasta secara bertanggung jawab.

Pembangunan ekonomi yang efisien membutuhkan secara seimbang perencanaan yang lebih teliti mengenai penggunaan sumber daya publik dan sektor swasta : petani, pengusaha kecil, koperasi, pengusaha besar, organisasi sosial harus mempunyai peran dalam proses perencanaan.

 

Ada tiga  impilikasi pokok dari perencanaan pembangunan ekonomi daerah:

  1.  perencanan pembangunan ekonomi daerah yang realistik memerlukan pemahaman tentang hubungan antara daerah dengan lingkungan nasional dimana daerah tersebut merupakan bagian darinya, keterkaitan secara mendasar antara keduanya, dan konsekuensi akhir dari interaksi tersebut.
  2. sesuatu yang tampaknya baik secara nasional belum tentu baik untuk daerah dan sebaliknya yang baik di daerah belum tentu baik secara nasional.

 Perangkat kelembagaan yang tersedia untuk pembangunan daerah, misalnya administrasi, proses pengambilan keputusan, otoritas biasanya sangat berbeda pada tingkat daerah dengan yang tersedia pada tingkat pusat. Selain itu, derajat pengendalian kebijakan sangat berbeda pada dua tingkat tersebut.Oleh karena itu perencanaan darah yang efektif harus bisa membedakan apa yang seyogyanya dilakukan dan apa yang dapat dilakukan, dengan menggunakan sumber daya pembangunan sebaik mungkin yang benar-benar dapat dicapai, dan mengambil manfaat dari informasi yang lengkap yang tersedia pada tingkat daerah karena kedekatan para perencananya dengan obyek perencanaan.

Strategi pembangunan ekonomi di masa lalu telah mengubah struktur ekonomi secara mengesankan dan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Namun, perubahan struktur ekonomi ini hanya terjadi pada level nasional, sedangkan pada level daerah secara agregat relatif stagnan, terutama daerah-daerah di laur pulau Jawa. Ini berarti bahwa peranan dan partisipasi daerah dalam pembangunan ekonomi nasional belum optimal.

Untuk meningkatkan peranan dan partisipasi daerah dalam pembangunan ekonomi nasional, tidak ada cara lain selain daripada membangun perekonomian daerah dengan menerapkan Strategi Agroindustri Berorientasi Ekspor di seluruh wilayah Indonesia.

 

Pemerintah pusat perlu memberikan dukungan secara serius

Dengan menerapkan Strategi Promosi Ekspor Berbasis Agribisnis. Hal ini menuntut adanya penataan ulang kelembagaan yang ada saat ini, yang salah satu diantaranya adalah reorganisasi Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, dan Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi Departemen Agribisnis Pertanian, Departemen Agribisnis Kehutanan, dan Departemen Agribisnis Kelautan dan Perikanan. Jika Strategi Promosi Ekspor Berbasis Agribisnis berjalan dengan baik, maka seluruh daerah akan memberikan konstribusi secara optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi kesenjangan ekonomi antar daerah, mengurangi pengangguran, serta mengurangi tingkat kemiskinan.

 

Tahap-Tahap Perencanaan Pembangunan Daerah

Menurut Blakely (1989), ada 6 tahap dalam proses perencanaan pembangunan ekonomi daerah yaitu:

TAHAPKEGIATAN
IPengumpulan dan Analisis Data

Ø      Penentuan Basis Ekonomi

Ø      Analisis Struktur Tenaga Kerja

Ø      Evaluasi Kebutuhan Tenaga Kerja

Ø      Analisis Peluang dan Kendala Pembangunan

Ø      Analisis Kapasitas Kelembagaan

IIPemilihan Strategi Pembangunan Daerah

Ø      Penentuan Tujuan dna Kriteria

Ø      Penentuan Kemungkinan-kemungkinan Tindakan

Ø      Penyusunan Strategi

IIIPemilihan Proyek-proyek Pembangunan

Ø      Identifikasi Proyek

Ø      Penilaian Viabilitas Proyek

IVPembuatan Rencana Tindakan

Ø      Prapenilaian Hasil Proyek

Ø      Pengembangan Input Proyek

Ø      Penentuan Alternatif Sumber Pembiayaan

Ø      Identifikasi Struktur Proyek

VPenentuan Rincian Proyek

Ø      Pelaksanaan Studi Kelayakan Secara Rinci

Ø      Penyiapan Rencana Usaha (Busisness Plan)

Ø      Pengemabangan, Monitoring dan Pengevaluasian Program

Baca Juga :