Mengenal OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

setelah kenal bersama dengan bank sentral atau Bank Indonesia, saat ini kenalan kembali yuk bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan atau disingkat bersama dengan OJK. OJK dan Bank Indonesia ini saudaraan lho. Bedanya, OJK adalah lembaga khusus untuk menyesuaikan dan mengawasi kesibukan jasa keuangan perbankan.

Oh iya, Squad pernahkah kamu memperhatikan ada lambang di bawah ini ketika di bank? Pasti pernah-kan, iya karena seluruh bank bahkan seluruh lembaga jasa keuangan di Indonesia diwajibkan untuk mendaftar di dalam OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kenapa wajib begitu? Yuk cari tahu apa sih memang OJK itu?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang membawa fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK ini dibentuk untuk menunjang kepentingan sektor jasa keuangan secara menyeluruh supaya tingkatkan energi saing perekonomian Indonesia lho.

OJK ini dibentuk berlandaskan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, meliputi independensi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, transparansi, dan kewajaran. Seperti yang mampu telihat dari definisinya, kegunaan utama OJK adalah menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi pada total kesibukan di sektor jasa keuangan. .

Sama layaknya lembaga lainnya, OJK-pun punyai wewenangnya sesuai bersama dengan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan mengelompokkan jadi 4 segi meliputi:

1. Pengaturan dan pengawasan perihal kelembagaan bank:

a. Perizinan pendirian bank, pembukaan kantor bank, anggaran dasar, konsep kerja, kepemilikan, kepengurusan dan sumber energi manusia, merger, konsolidasi dan akuisisi bank, pencabutan izin usaha bank.

b. Kegiatan usaha bank: sumber dana, penyediaan dana, product hibridasi, dan kesibukan dibidang jasa.

2. Pengaturan dan pengawasan perihal kesegaran bank:

a. Likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, mutu asset, rasio kecukupan, modal minimum, batas maksimum bantuan kredit, rasio peminjaman pada simpanan, dan cadanga bank.

b. Laporan bank tentang bersama dengan kesegaran dan kinerja bank.

c. Sistem informasi debitur.

d. Pengujian kredit.

e. Standar akuntansi bank.

3. Pengaturan dan pengawasan perihal segi kehati-hatian bank: manajemen resiko, tata kelola bank, komitmen mengenal nasabah.

4. Pemeriksaan bank.

Wah, peran OJK terlalu besar ya di dalam perekonomian Indonesia di dalam lakukan pengaturan dan pengawasan lantas lintas sektor jasa keuangan di Indonesia supaya tetap lancar. https://www.gurukelas.co.id/