Perdagangan Internasional dan Agenda lain Pertemuan IMF di Bali

Belum lama ini Indonesia menjadi tuan tempat tinggal Annual Meetings (AM) International Monetary Fund (IMF), di Nusa Dua, Bali. Acaranya diselenggarakan sepanjang 2 minggu, merasa berasal dari tanggal 8-14 Oktober 2018. Nah, tersedia nggak di pada kamu yang nggak belum sadar informasi ini? Atau bisa saja terhitung penasaran, memang apa sih IMF itu? Kok Indonesia mau aja menjadi tuan tempat tinggal ya? Oke, biar kamu sadar apa itu IMF dan kenapa pertemuannya di Indonesia, kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini.

International Monetary Fund (IMF) adalah sebuah organisasi internasional yang bertugas untuk mengatur proses ekonomi internasional. IMF sedikitnya mengadakan pertemuan sebanyak satu kali didalam setahun di negara anggota. Banyak negara yang menghendaki menjadi tuan tempat tinggal pertemuan akbar ini, karena secara tidak langsung, negara tuan tempat tinggal bakal mendapat keuntungan di sektor pariwisata dan terhitung industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Events).

Kok bisa? Ya bisa banget. Kan banyak yang datang, bisa sampai ribuan, soalnya yang datang itu berasal dari 189 negara. Ada yang bawa istri atau suaminya, bawa anak, bawa menantu, atau bisa saja tersedia terhitung bisa saja yang bawa tetangganya. Ya kan siapa tau tetangganya pengen liburan.

Nah, kalau udah begitu, semakin aja deh negara tuan tempat tinggal bakal dikenal oleh banyak kalangan berasal dari bermacam negara. Makanya Indonesia mengadakan sidangnya di Bali, karena Bali merupakan pulau yang mempunyai pesona keindahan budaya dan alam yang begitu kaya.

Wah banyak banget kan yang dateng. Ada 2000 jurnalis dan awak sarana internasional bahkan, bukan nggak bisa saja kan negara kita semakin kondang di mata dunia melalui pariwisata dan keindahan budayanya.

Lalu apa sih yang dibahas didalam AM-IMF ini? Ada lebih dari satu isu perlu yang menjadi fokusan didalam pertemuan AM-IMF di Bali, yakni tentang pengurangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi internasional. Dalam pembahasan pembangunan ekonomi internasional, tidak benar satu yang dibahas adalah perdagangan. Agar mendapat keuntungan, tiap tiap negara mengkaji dan menyiasati type perdanganan internasional seperti apa yang bisa saling menguntungkan.

Nah, didalam materi ekonomi kelas 11 terdapat 2 teori tentang perdagangan internasional, yakni teori kelebihan perlu dan teori kelebihan komparatif. Wuiih kaya gimana tuuuh?

Adam Smith, seorang filsuf asal skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern, mengatakan bahwa suatu negara bisa dikatakan mempunyai kelebihan perlu dibandingkan negara lain, saat negara tersebut bisa membuahkan barang dan jasa yang lebih banyak daripada negara lain. Tapi bersama dengan pemikiran bahwa sumber daya alam yang digunakan itu serupa ya.

Kita sama-sama sadar kalau Indonesia ini amat kaya bakal sumber daya alamnya, udah gitu ditambah bersama dengan populasi masyarakat yang besar, semestinya Indonesia bisa menjadi negara nomor 1 penghasil bahan pangan. Seperti jagung, beras, sayur-sayuran, sagu, gandum, dan banyak lagi.

Kalau pemerintah kita udah fokus untuk mengembangkan sumber daya manusia supaya bisa membuahkan produk pangan yang baik, sepertinya negara kita tidak usah lagi konsisten menerus impor bahan pangan, jadi semestinya menjadi pengekspor terbesar. Dengan begitu, perdagangan internasional bisa konsisten untungkan negara kita ini.

David Ricardo, seorang ahli ekonomi politik asal Inggris, mengatakan bahwa kelebihan komparatif berlangsung saat sebuah negara lebih unggul didalam 2 macam produk yang dihasilkan, dan bersama dengan ongkos tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan bersama dengan ongkos tenaga kerja di negara lain.

Meski tidak benar satu negara mempunyai seluruh keunggulan, perdagangan internasional selalu bisa dijalankan kok. Perdagangan antar ke dua negara selalu bisa saling untungkan sepanjang terdapat perbedaan ongkos peluang didalam produksi barang/jasa.

Keuntungan Indonesia

Di Indonesia 1 unit TV = 1 unit motor, sedang di Jepang 1 unit TV = 1,3 unit motor (160 unit motor : 120 unit TV). Jika negara Indonesia menukarkan TVnya bersama dengan motor di Jepang, maka Indonesia bakal meraih keuntungan sebesar 0,3 yang diperoleh berasal dari (1,3 motor – 1 motor).

Keuntungan Jepang

Di Jepang 1 unit motor = 0,75 unit TV (120 unit TV : 160 unit motor), sedang di Indonesia 1 unit motor = 1 unit TV. Jika negara Jepang menukarkan motor bersama dengan TV di Indonesia, maka Jepang bakal meraih keuntungan sebesar 0,25 yang diperoleh berasal dari (1 TV – 0,75 TV).

Nah begitulah lebih kurang dua teori perdagangan internasional, yang satu adalah kelebihan kompetitif dan satunya adalah kelebihan komparatif. Kira-kira menteri keuangan kita dan perwakilan negara kita lainnya menggunakan teori ini nggak ya saat sidang IMF?

Hmm kayanya sih pake ya, karena secara logika ekonomi, ke dua teori ini memang relevan digunakan saat negara-negara saling laksanakan transaksi perdagangan. Di mana keduanya sama-sama menghendaki meraih untung. Sebenarnya kalau kamu menghendaki lebih sadar lagi dan bisa memilih untungkan rugi berasal dari perdagangan internasional, kamu bisa latihan-latihan soal di ruangbelajar. Di ruangbelajar kamu terhitung bisa memirsa penjelasan melalui video beranimasi.

So, kalau kamu sadar konsisten menjadi cerdas, siapa sadar nantinya bisa ngewakilin Indonesia di pertemuan-pertemuan ekonomi kelas internasional. Kita nggak tersedia yang sadar kan, yang perlu konsisten belajar dan jangan lupa konsisten update informasi tentang apa yang sedang berlangsung di lebih kurang kita. Biar nggak ketinggalan!

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/